Warga Duga Ada Oknum yang Memanfaatkan Dana Gempa

Oleh: M Baihaqi |

Mataraminside.com, Mataram – Salah seorang warga Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Ali Akbar mengkritik jalannya pembangunan rumah korban gempa.

Pasalnya, beberapa oknum dari instansi desa hingga di tingkat kabupaten diduga ikut memanfaatkan dana gempa tersebut. Ia mencontohkan beberapa kasus misalnya Pemkab Lombok Timur membentuk tim khusus untuk memaksa masyarakat supaya mengambil rumah instan sederhana sehat (risha). Padahal masyarakat ingin rumah instan konvensional (riko).

‘’Itu sebabnya rumah sudah 50% jadi tapi uangnya sepeser pun belum bisa cair dikarenakan campur tangan oknum yang menyebabkan prosesnya berbelit-belit,’’ kata Akbar saat dihubungi Mataraminside.com, Sabtu (15/6).

Di media sosial seperti facebook dan WAG Akbar juga menulis soal banyak tenaga  tukang melelang material bangunan disebabkan karena gajinya belum dicairkan.

‘’Ini masih persoalan rumah rusak berat apalagi masyarakat yang tergolong rumahnya rusak sedang dan ringan sampai sekarang seperti tidak ada harapan,’’ ujarnya.

Menanggapi kritikan tersebut, Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Provinsi NTB, Ahsanul Khalik mempersilakan masyarakat untuk melapor selama dilengkapi dengan bukti-bukti sehingga tidak hanya berprasangka atau menghujat oknum karena salah kaprah.

‘’Saya pikir ini bagus. Semua pihak memang harus saling membahu dan mengawasi dana bantuan ini. Kalau ada kejanggalan silakan dilaporkan kepada pihak yang berwenang,’’ katanya.(Sid)

Berita Terkait Lainnya
1 Comment
  1. […] Indonesiainside.id, Mataram – Warga Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Ali Akbar mengkritik proses pembangunan rumah korban gempa. Ia menduga beberapa oknum dari instansi desa hingga di tingkat kabupaten ikut memanfaatkan dana gempa tersebut. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.