Wabup Loteng Optimistis Sirkuit MotoGP Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Oleh: M Baihaqi |

Mataraminside.com, Mataram – Sirkuit MotoGP yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, direncanakan selesai pada 2020. Sehingga pada 2021 mendatang, Sirkuit MotoGP tersebut bisa dihelat sesui rencana.

Wakil Bupati Lombok Tengah (Wabup Loteng), Lalu Pathul Bahri mengaku optimistis dampak dari Sirkuit MotoGP ini nanti bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Lombok Tengah.

Kehadiran Sirkuit MotoGP, kata Wabup, dapat menjadikan masyarakat Lombok Tengah sejahtera. Masyarakat akan langsung merasakan dampaknya melalui kegiatan ekonomi seperti berjualan di sekitar sirkuit.

‘’Bayangkan kalau sudah jadi sirkuit ini nanti, kita bisa jual nasi dan mereka akan beli nasi bungkus dalam jumlah besar. Begitu juga pedagang sayur mayur dan telur bakal laris. Antar pedagang saling menguntungkan. Akhirnya pergerakan ekonomi di daerah kita ini nanti akan semakin bagus,’’ kata Wabup Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri saat menyampaikan sambutannya dalam acara halal bi halal di Pondok Pesantren Manhalul Ulum, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (6/6).

Wabup menjelaskan, dengan adanya Sirkuit MotoGP ini juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari PAD tersebut, maka Pemda Lombok Tengah akan membuat kebijakan yang dapat menyejahterakan masyarakat.

‘’Kalau sirkuit sudah jadi, setiap tamu akan nginap di hotel. Keuntungan hotel akan menambah PAD kita. Taruhlah misalnya setiap tamu membayar Rp1 juta per malam. Bayangkan berapa keuntungan hotel,’’ ujarnya.

Sirkuit MotoGP tersebut rencananya akan dibangun sepanjang 4.200 km yang terdiri dari 8 tikungan. Hal tersebut menurut Wabup Pathul sangat luas dan bisa menyerap banyak tenaga kerja serta wisatawan yang berkunjung ke KEK Mandalika.

‘’Sirkuitnya sangat besar. PAD dan APBD kita juga besok akan lebih besar. Bayangkan PAD kita dulu cuma Rp35 miliar. Setelah ada pembangunan Bandara Lombok International Airport (LIA) dan lain-lain sekarang naik menjadi Rp200 miliar. Sedangkan APBD kita dulu Rp1 triliun sekarang sudah mencapai Rp2 triliun,’’ katanya.(Sid)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.