MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Utusan AS untuk Afghanistan: “Kesepakatan dengan Taliban gagal karena Presiden Ghani melarikan diri” ke luar negeri

Terburu-buru presiden Afghanistan untuk melarikan diri dari Afghanistan bulan lalu menyebabkan kegagalan kesepakatan menit terakhir dengan Taliban. Utusan AS Zalmay Khalilzad mengatakan kepada Financial Times.




Jatuhnya Kabul bulan lalu memicu kekacauan evakuasi warga sipil Barat, tapi tampaknya bisa dicegah. Khalilzad mengatakan telah disepakati pada menit terakhir bahwa Taliban belum akan memasuki kota.

Perjanjian tersebut memberikan masa transisi dua minggu, menurut diplomat itu. Presiden Ashraf Ghani akan tetap menjabat untuk sementara. Sementara itu, Qatar dikatakan sedang merundingkan pemerintahan transisi.
Pada akhirnya, tidak satu pun dari kesepakatan itu yang membuahkan hasil. Rich pergi ke luar negeri dan ini menyebabkan kekacauan di ibukota. Khalilzad mengatakan kepada surat kabar itu bahwa dia tidak mengetahui rencana penerbangan pemimpin Afghanistan itu. Setelah kepergiannya, layanan keamanan tidak lagi beroperasi.

Kemudian Taliban bertanya apakah Amerika Serikat akan menjamin keamanan di Kabul. “Anda tahu apa yang terjadi. Kami tidak ingin mengambil tanggung jawab itu,” kata Khalilzad dalam wawancara pertamanya sejak Amerika Serikat meninggalkan Afghanistan.

Menurut Financial Times, Ghani sendiri tidak dapat meminta tanggapan. Mantan presiden menyatakan sebelumnya bahwa dia melarikan diri untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

Utusan AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad. © Susan Walsh/Paul/Abaca

READ  Rusia melarang anggota pemerintah AS memasuki negara | di luar negeri