UMKM dan Ekonomi Digital Indonesia Dinilai Masih Rapuh

Oleh: Suandri Ansah

Mataraminside.com, Jakarta — Global sedang dibayang-bayangi resesi dan diprediksi menjalar ke Indonesia. Sayangnya ekonom menilai Indonesia tak punya mitigasi kuat menghadapi hempasan ekonomi.

Ekonom Indef, Bhima Yudhsitira pesimsistis dengan anggapan bahwa struktur ekonomi Indonesia masih kuat. “Kuat darimana? Kondisi saat ini berbeda dari krisis 1998,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Bhima menyebut, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi penopang ekonimi dari krisis tahun 1998 tak bisa lagi diandalkan. Seiring berkembangnya era pasar digital, para pelaku UMKM mulai banyak memasok barang dari luar negeri.

“Konten impor e-commerce sekitar 80-90%. Kalau terjadi resesi ekonomi rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar, barang impor itu harganya akan naik berkali-kali lipat,” jelasnya.

Bhima mengatakan, jika Indonesia terjadi resesi maka UMKM traders (pemasok) adalah yang paling pertama terdampak akibat melonjaknya harga produk. Belum lagi UMKM produksi yang mengandalkan berbagai subsidi seperti LPG.

“Pemerintah terpaksa cabut subsidi dan harga produknya akan naik. UMKM yang tadinya penyelamat ekonomi bisa jadi korban pertama dari resesi global,” imbuhnya.

Soal E-Commerce dan Startup pun demikian. Potensi ekonomi digital Indonesia yang mencapai Rp1.800 triliun pada 2025 pun akan menjadi semu di hadapan resesi. Sebab, kata Bhima, sebagian besar startup yang berdiri di Indonesia masih mengandalkan suntikan dana investor asing.

“Semembakar uang apapun besarnya investasi tetap mempertimbangkan faktor risiko dan gejolak ekonomi global. Sebagian besar investor berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Eropa, yang saat ini justru sedang resesi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, investor akan pergi dan menyelamatkan diri ke ‘rumah’ masing-masing. “Mereka bisa pergi kalau resesi. Ibaratnya, kalau rumahnya kebakaran apakah tak menyelamatkan rumahnya dulu. Begitu juga soal ancaman resesi ini,” kata Bhima. (*/Dry/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.