MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Turki secara resmi keluar dari Perjanjian Hak Perempuan | di luar negeri

Presiden Turki Erdogan telah membela penarikan negaranya dari Perjanjian Hak-Hak Perempuan. Di Ankara, dia mengatakan keputusan itu salah digambarkan sebagai langkah mundur dalam upaya memerangi kekerasan terhadap perempuan.




Awal tahun ini, pemerintah Erdogan mengumumkan penarikannya dari Perjanjian Istanbul. Itu ditandatangani pada 2011 di kota terbesar di Turki. Penarikan itu akan resmi pada Kamis. Kemudian di malam hari, protes besar diperkirakan akan terjadi di Turki, serta di Istanbul.

Lusinan negara peserta berjanji untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangga dan mempromosikan kesetaraan gender. Erdogan lebih suka menyelesaikan masalah seperti itu dengan hukum domestik. “Perjuangan kami tidak dimulai dengan Perjanjian Istanbul, dan itu tidak akan berakhir dengan penarikan kami,” katanya dalam sebuah pidato.

Namun, keputusan itu memicu kecaman internasional dan domestik. Agnes Callamard dari kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan sebuah “sinyal berbahaya” sedang dikirim kepada orang-orang yang bersalah atas kekerasan serius: “Mereka dapat terus lolos begitu saja.”

READ  Warga Inggris marah dengan pemerintah mereka atas pembatasan perjalanan dari...