Torro Margens, Legenda Antagonis Indonesia

Torro terjun ke dunia film sejak umur 20-an

Jakarta – “Ayahku lagi senyum. Ayah Torro Margens udah tenang banget tidurnya ga ada yang ganggu lagi. Ayah cakep, ayah hebat, maafin Toma belum bisa bikin ayah tersenyum terus.”

Demikian tulis putra aktor senior Torro Margens di akun instagramnya @tommomargens, pada Jumat (4/1). Tulisan itu dibarengi sebuah foto aktor Torro Margens yang telah dikafani. Dikabarkan, Torro wafat pada Jumat (4/1) dini hari.

Tommo menceritakan, sejak 23 November sampai 22 Desember, Torro berkativitas seperti biasanya, ia bahkan sedang menjalani syuting film di kawasan Yogyakarta. Dari Yogya, Tommo mendapat kabar bahwa ayahnya sempat muntah darah di sebuah hotel.

Kru film pun membawa Torro ke sebuah rumah sakit di sana untuk menjalani pemeriksaan selama empat hari. Tanggal 23 Desember, Torro kembali ke Jakarta dalam kondisi sehat, bercanda dan bercengkrama bersama keluarga. Torro pun sempat menemui istrinya di Sukabumi.

“Baru pada hari kamis malam tanggal 3 januari tadi, ayah muntah darah dua kali di rumah,” kata Tommo. Sampai akhirnya pada Jumat (4/1) Tommo mengunggah status,

“Minta maaf atas semua kesalahan ayah @torromargens86 ya temen temen. Ayah jam 00:45 tadi udah tenang dalam tidurnya ga ngerasain sakit lagi. Maafin atas semua kesalahanya biar beliau tenang menuju sisiNya. Amiin,” tulisnya.

Jenazah Torro Margens rencananya akan disemayamkan di perumahan Asri Village, Sukabumi, Jawa Barat. Pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini wafat pada usia 68 tahun.

Torro Margens adalah nama panggung dari Sutoro Margono, seorang aktor dan sutradara di era tahun 1970an dan 1980an. Dia juga sempat aktif bersinetron dan bermain Film Televisi (FTV). Ingatan yang paling lekat dari sosok
Torro adalah tokoh “antagonis”, yang kerap kali diperankannya.

Torro terjun ke dunia film sejak umur 20-an. Dia pernah bermain dalam film Neraka Perempuan (1974) bersama Dicky Zulkarnain. Torro ikut juga dalam Antara Surga dan Neraka (1976) yang bercerita tentang tiga bujangan yang bekerja memuaskan para pelanggan perempuan.

Di antara filmnya, sebagai sutradara ia sering memakai aktor dan aktris seperti Barry Prima, Raja Emma, Kiki Fatmala, dan Ayu Azhari. Beberapa film yang digawanginya antara lain, Preman, Bercinta Dalam Badai, Menumpas Teroris, Pernikahan Berdarah, Lukisan Berlumur Darah, Sepasang Mata Maut, Blok M. Semua film itu tayang pada tahun 80an.

Torro Margens semakin terlihat menguatkan aura antagonisnya ketika menjadi pembawa acara misteri berjudul Gentayangan di tahun 2000-an. Program ini ditampilkan dengan mendatangi langsung lokasi yang dianggap mistis. Sebelum tutup usia, tahun 2018 Torro Margens bermain dalam film Love For Sale yang dibintangi Gading Marten, putra Roy Marten.

(Suandri Ansah/INI-Network)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.