Soal Sekda NTB Definitif, Ini Prediksinya M16

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

Mataraminside.com, Mataram – Posisi Sekda NTB kini masih diisi oleh Penjabat Sekda yaitu H Iswandi. Sejumlah kalangan memprediksi Iswandi pada akhirnya bakal menjadi definitif setelah nanti mengikuti pansel dan diajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Soal posisi Sekda NTB mendatang, Direktur Lembaga Kajian Publik dan Politik M16, Bambang Mei Finarwanto memiliki prediksi sendiri. Bukan dua nama yang terus mengemuka yaitu Iswandi dan Ridwan Syah.

‘’Kok saya melihat wacana yang dibangun di publik hanya dua nama itu. Padahal pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang memiliki track record bagus bukan hanya mereka berdua,’’ kata Bambang Mei Finarwanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mataraminside.com, Senin (15/7).

Pria yang akrab disapa Didu itu menyebut, ada tarik-menarik yang begitu kuat untuk posisi Sekda NTB. Tentu saja Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah akan bersikap profesional untuk mengisi posisi jabatan Sekda NTB tersebut.

‘’Idealnya dari hasil pansel nilai tertinggi dibawa ke Mendagri. Nah, pada momentum ini biasa ada campur tangan kepala daerah, ada yang dipasang. Sebaiknya tidak perlu diintervensi, biarkan saja sesuai hasil pansel itu dibawa ke Mendagri, bertarung bebas,’’ ujarnya.

Pandangannya ini bagian untuk mengingatkan soal regenerasi birokrasi. Memaksakan kehendak untuk satu nama mengisi Sekda, bisa melukai birokrat yang telah bersungguh-sungguh mewujudkan NTB Gemilang. ‘’Saya mendapat informasi dan catatan kalau ada nama-nama lain yang begitu potensial di Pemprov NTB,’’ ucapnya.

Nama yang dimaksud di antaranya, Inspektur pada Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim. Di mana, sebelum menjadi Inspektur pada Inspektorat NTB yang bersangkutan pernah menduduki posisi Plt Bupati Lombok Tengah, serta menjadi Kasat Pol PP Provinsi NTB. Bahkan Ibnu Salim dikenal cukup cermat dalam memahami mekanisme dan penganggaran dalam birokrasi.

Ada juga nama H Lalu Gita Aryadi yang sudah malang-melintang mengisi sejumlah posisi strategis di birokrasi. Berikutnya Lalu Bayu Windia, birokrat yang selama ini dikenal bekerja dalam sunyi. Ada juga Assisten 1 Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, sempat menjadi pelaksana tugas (Plt) Sekda NTB, dikenal cermat dan bukan ASN yang bermasalah.

Termasuk juga Kepala Dispora NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin, salah satu kepala dinas yang sukses mengawal nama NTB melalui atlet berprestasi nasional. ‘’Tentu masih ada nama-nama lain. Intinya Pemprov NTB tak kekurangan orang untuk mengisi calon Sekda NTB itu,’’ katanya.

Wacana publik yang dilempar, diakui Didu terlalu sempit. Membatasi ruang dan harapan para pejabat yang ingin bertarung merebut kursi Sekda NTB, nama Iswandi dan Ridwan Syah seolah-olah dua calon kuat yang akan mengisi posisi ini. ‘’Tidak bagus, tidak sehat itu. Kita bedah sama-sama saja, NTB Gemilang butuh sekda seperti apa?,’’ tanya Didu.

Menurut Didu, ASN di Pemprov NTB butuh sekda yang cermat, merangkul, dan penyambung komunikasi yang bagus antara kepala daerah dengan para ASN. Para birokrat tentu nyaman dengan sekda yang egaliter. ‘’Jangan sampai senyum aja susah. Mukanya kelihatan ingin marah, ini Sekda atau monster,’’ ucapnya tertawa.

Membuka pandangan dan wacana yang luas, M16 berencana menggelar diskusi publik mengenai calon Sekda NTB dengan menghadirkan berbagai elemen yang memiliki kompetensi dan pemahaman mengenai struktur birokrasi. ‘’Supaya jelas, siapa dan bagaimana Sekda NTB itu. Mari kita  diskusikan Sekda NTB ke depan dengan riang gembira dan terbuka,’’ ujarnya.(Sid)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.