MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Sindrom Havana Mempengaruhi Mata-mata Amerika: Empat Kasus Baru Diketahui

Keluhan pertama kali muncul di kedutaan di Havana © AFP

Sakit kepala, amnesia dan mual: Semakin banyak staf kedutaan AS yang berurusan dengan penyakit otak misterius. Baru-baru ini, dugaan sindrom Havana menewaskan empat karyawan di Paris dan Jenewa. “Kami akan sampai ke dasar masalah ini,” kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken.

Badan-badan intelijen AS semakin mengkhawatirkan Sindrom Havana. Keluhan neurologis dapat bertahan selama berbulan-bulan dan terkadang tampak permanen. Para korban adalah agen CIA, diplomat dan staf kedutaan dari seluruh dunia. Sekitar 200 telah dihitung sejak kasus pertama di Havana pada 2016. Selain Paris dan Jenewa, sindrom itu juga muncul tahun lalu selama misi di Jerman, Kolombia, India, dan Vietnam.

Baca juga. Staf kedutaan AS di seluruh dunia menderita “sindrom Havana”: sakit setelah mendengar suara jangkrik yang aneh

Alasannya adalah misteri yang lengkap. Kemungkinan serangan atau pelecehan dari negara yang bermusuhan semakin terlihat. Kemudian semua orang menunjuk ke Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu telah disalahkan atas spionase dunia maya dan upaya pembunuhan Sergei Skripal dan Alexei Navalny.

oven microwave

© AFP

Sertifikasi datang dari seluruh dunia, tetapi mereka selalu sama. Para korban mendengar suara-suara aneh dan mengalami pusing, kehilangan ingatan dan sakit kepala. “Beberapa orang mendengar suara berderak, dan yang lain menggambarkannya seperti gemetar di kepala mereka,” kata seorang mantan diplomat senior kepada Wall Street Journal. “Untuk membuatmu gila,” katanya.

Dunia luar juga menganggap mereka sedikit gila, tetapi sekarang Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken ingin membahas inti masalahnya. Satu teori adalah bahwa seseorang mengarahkan microwave ke kedutaan.

Menurut Rusia, “senjata gelombang mikro” ini adalah mitos, dan China juga tidak puas dengan skeptisisme. Blinken mengaku kepada MSNBC bahwa hingga saat ini warga Amerika belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab. “Kami bekerja lembur dengan seluruh pemerintah untuk mencari tahu.”

Baca juga. Semuanya dimulai dengan suara aneh: 40 diplomat telah menderita kerusakan otak akibat penyakit misterius

(agg)

READ  Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Museum Square Amsterdam untuk "minum kopi": polisi harus turun tangan