Sekda Fak-Fak Minta Maaf Atas Peristiwa yang Terjadi di Papua

Oleh: M Sahrul hadinata

Mataraminside.com, Mataram – Sekda Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua, Ali Baham Temongmere minta maaf atas kejadian yang pernah terjadi diPapua, terkait adanya pengibaran bendera selain bendera merah putih.

Dia mengatakan itu adalah oknum yang ingin merusak kedamaian di Indonesia.

“Doa dari NTB pulau seribu masjid untuk Papua semoga dapat menjauhkan dari segala marabahaya dan pikiran untuk merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.
Indonesia bersatu merah darahku putih tulangku,” kata Ali Baham saat do’a bersama dalam tajuk ‘Pray and Love for Papua from West Nusa Tenggara yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat NTB berjumlah sekitar 5.000 orang, berlangsung dipantai Senggigi Hotel Aruna, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Sabtu malam (7/9) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut,  Ali Baham juga mengatakan NTB sama seperti Papua yang sangat menghargai keberagaman.
Kami datang dari papua dan tiba di NTB sangat terharu dengan masyarakat NTB yang sangat perhatian dengan kondisi saat ini di Papua.

“Kami nyatakan Papua adalah NKRI harga mati. Mari kobarkan semangat untuk bersatu dengan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Untuk diketahui, deklarasi “ Love for Papua From West Nusa Tenggara” dipimpin oleh Kapolda NTB, Gubernur NTB, FORKOPINDA dan Tokoh Agama diikuti seluruh tamu undangan “Kami Nusa Tenggara Barat, Kami Papua, Kami Indonesia, Pace…Mace….We Love Papua”.

Kemudian dilanjutkan pelarungan lilin ke laut sebagai simbol harapan untuk Papua dipimpin oleh Kapolda NTB, Gubernur NTB, FORKOPINDA dan Tokoh Agama diikuti seluruh tamu undangan.

Terakhir pertunjukkan Kembang Api dilanjutkan pertunjukan tim selam dan atraksi dari Kapal Patroli Dit. Pol Air NTB. (Ru)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.