Sebelum Dilantik, Jokowi Diminta Merenung

Oleh: Rudi Hasan

Mataraminside.com, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fahira Idris, meminta sebelum acara pelantikan Ahad (20/10) ini, Presiden Jokowi melakukan kontemplasi (perenungan). Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar Jokowi lebih jernih dalam memandang dan menyelesaikan berbagai persoalan negeri yang datang bertubi-tubi akhir-akhir ini.

“Semua persoalan bangsa ini mendesak untuk segera diurai dan diselesaikan satu per satu agar ritme bangsa ini bisa kembali normal,” ujar Fahira di Jakarta, Jumat (18/10).

Menurut dia, sepanjang tahapan Pemilu 2019 kemarin, energi bangsa ini sudah habis terkuras. Seharusnya, setelah pemilu selesai, energi bangsa ini terisi kembali dengan optimisme.

Namun, berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini kembali menguras energi seluruh anak bangsa. “Saya khawatir bangsa ini kehabisan energi. Jika itu sampai terjadi, kita sama-sama tahu apa yang bakal terjadi pada negeri ini,” katanya.

Fahira mengungkapkan, Indonesia lahir dari sebuah kompleksitas situasi dan permasalahan. Namun semua persoalan itu bisa diurai dengan baik, karena para pendiri bangsa dan pemimpin pergerakan saat itu selalu melakukan perenungan dan berpikir dengan sepenuh perhatian merespons situasi dunia kolonial saat itu.

Proses perenungan dan olah pikir inilah yang menghasilkan sebuah Negara Indonesia yang saat ini sudah berumur 74 tahun. Oleh karena itu, kompleksitas persoalan yang bertubi-tubi menghantam bangsa saat ini harus diurai dengan olah pikir pemimpinnya.

“Sisihkan waktu, berkontemplasi. Pahami sejarah berdirinya negeri ini. Resapi spirit para pendiri bangsa mendirikan Indonesia,” kata dia.

Lewat kontemplasi tersebut, dia berharap Jokowi bisa menemukan akar persoalan. Misalnya, mengapa kondisi Indonesia saat ini tidak begitu baik. “Apa kekuasaan yang diberikan rakyat sudah dikembalikan ke rakyat lewat keadilan sosial, keadilan hukum, keadilan ekonomi?” kata Fahira. (AIJ/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.