Satreskrim Polres Palembang Tetapkan Lima Komisioner KPU Jadi Tersangka

Oleh: M Sofuan |

Mataraminside.com, Palembang – Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana Pemilu. Mererka ditetapkan tersangka oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Selasa (11/6) lalu.

Kasus ini berawal dari adanya temuan Bawaslu Kota Palembang dan dilaporkan ke Polresta Palembang pada 22 Mei 2019. Pelapor atas nama M Taufik, selaku Ketua Bawaslu Kota Palembang.

Mereka diduga melakukan perkara tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsideir pasal 554 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

‘’Ya benar kita sudah menetapkan kelima Komisioner KPU Kota Palembang, dengan dugaan telah melakukan perkara tindak pidana pemilu, pada 11 Juni 2019. Kasus ini sendiri berawal dari adanya temuan Bawaslu Kota Palembang, dan dilaporkan Ketua Bawaslu Kota Palembang, pada 22 Mei 2019 lalu,’’ kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, Sabtu (15/6).

Yon Edi Winara menjelaskan, kelima Komisioner KPU Kota Palembang tersebut yakni EF (Ketua KPU Kota Palembang) dan masing-masing anggota Al, YT,  AB, dan SA. ‘’Kita sudah mengambil keterangan kelima tersangka, pemeriksaan sudah dilakukan sejak Jumat (14/6),’’ katanya.

Selain itu pihaknya sudah memeriksa 20 saksi-saksi tambahan yang merupakan saksi ahli. ‘’Masih berjalan hingga hari ini, kita ambil keterangan, ‘’katanya.

Sebelumnya, salah satu surat kepolisian Polresta Palembang menetapkan Yetty Oktarina sebagai tersangka, atas dugaan tindak pidana pemilu tersebar di kalangan wartawan. Ternyata yang dietatapkan jadi tersangka kelima komisionernya.

Penetapan tersangka diduga berkaitan dengan rekomendasi pemilu susulan yang tidak diselenggarakan KPU.

Surat penetapan Tersangka Yetty berdasarkan Surat keterangan no:SK/87/VI/2019/ Reskim tentang penetapan tersangka yang ditetapkan pada 11 Juni oleh Polresta Palembang, dan ditandatangani Kasat Reskim Kompol Yon Edi Winara.

Dalam surat itu dituliskan, terhitung sejak tanggal surat tersebut dikeluarkan, maka yang bersangkutan dapat dilakukan upaya paksa, pemanggilan, pemaksaan dan pemeriksaan sebagai tersangka.

Yetty saat dikonfirmasi, membenarkan dirinya telah ditetapkan tersangka. Namun ia enggan mengomentarinya terlebih jauh. (Sid/Aza/Rap/INI Network)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.