Sampah di Gili Trawangan Fokus Investasi DPIM

Oleh: M Sahrul Hadinata

Mataraminside.com, Mataram – Usai penandatanganan Letter of Intent (LoI) perjanjian kerjasama dengan Dewan Perdagangan Islam Malaysia, Rabu (11/9).

Presiden Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) H. Mohammad Sahar Mat Din mengaku optimis para investor dari negeri jiran Malaysia akan segera merealiasikan kegiatan bisnis dan investasinya di NTB.

Dia menjelaskan bahwa fokus DPIM setelah LoI adalah implementasi. Rencananya investasi di bidang lingkungan mengenai pengelolaan sampah.

“fokus projek kita adalah pengelolaan sampah dengan menggunakan mesin yang berinovasi tinggi yang dibuat oleh para desainer Malaysia yang akan diantarkan sample mesin sebanyak satu buah unit dengan harga $100.000” jelas Sahar.

Sementara itu, Executive
Director Perusahaan PAMARAI yang merupakan designer mesin pengelolaan sampah Pang Swee Lei menjelaskan bahwa mesin tersebut telah tersebar di 13 negara termasuk filipina, singapura, kamboja dan Indonesia. Mesin ini akan mengelola berbagai samaph, kecuali sampah kaca, besi dan batu.

“Mesin ini dimulai sejak tahun 2016, hasil yang akan diperoleh dari mesin ini adalah sebuah abu yang dimana abu ini didapat setelah 60 menit proses, abu ini tidak beracun dan dapat dibuat sebagai bata yang dapat dimanfaatkan unutk membuat rumah dan sebagainya” jelasnya.

Sebagai informasi, para investor yang hadir dan ikut penandatanganan LoI diantaranya
Datok Sri Muhammad Khanafi Husen merupakan investor yang memiki 30 Rumah Sakit di Malaysia dan akan membantu pemasaran Produk Hepatika di Malaysia. Norhana Ramli, Burhanuddin Yusuf dan Datin Sri Lusiana Susanti yang akan mengembangkan investasi komoditas jagung, gula aren dan cokelat di bidang pertanian dan perkebunan.

Dato Syahril Abdullah, Puan Azizah Abdul Rahmam dan Datin Sri Lusiana Susanti yang akan mengembangkan dibidang perindustrian kanal dan spandex.

Sementara, Dato Syahril Abdullah dan Puan Azizah Abdul Rahman juga tertarik mengembangkan bisnis investasi di Pulau Lombok pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan melalui aktivitas busnis pengembangan kawasan hutan sebagai destinasi wisata dengan demikian hutan tidak akan dirusak oleh masyarakat. (RU)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.