Romo Komang, Pensiunan Polisi yang Berjuang di Era Pak Harto

Oleh: M Baihaqi |

Mataraminside.com, Mataram – Sembilan hari setelah mangkatnya Romo Komang Gede, banyak pihak mulai mengingat jasanya terutama pada saat pemerintahan Presiden ke-2 RI, HM Soeharto. Baik ketika menjadi anggota polisi maupun setelah menjadi Romo.

Romo Komang dikenal sebagai sosok yang religius. Memanfaatkan jaringan di pemerintahan Pak Harto, Romo Komang Gede bergerak membantu masyarakat mendapat bantuan pembangunan.

Tidak membutuhkan waktu lama, pengajuan itu kemudian direspon dan mendapat persetujuan dari Pak Harto yang memberikan bantuan dana sebesar Rp12 juta untuk pembangunan Vihara Jaya Wijaya Tebango, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (dulu sebelum pemekaran masih ke Kabupaten Lombok Barat) pada tahun 1975.

Sebagai anggota Brimob di Cipanas, Bogor, Romo Komang Gede sering berkunjung ke Vihara. Romo Komang Gede juga pernah bertugas di Istana Negara sebagai pengawal Presiden. Pada masa itu, beliau juga turut mengawal pembangunan di Jakarta.

‘’Saat bertugas sebagai aparat keamanan dan melakukan pembinaan umat, beliau mengendarai sepeda motor Honda Bebek 70 keluaran pertama tahun 70-an. Beliau sering jatuh terpeleset dari motor, tapi anehnya tidak pernah luka serius, paling hanya lecet sedikit. Meski begitu, beliau tidak kapok, tidak kenal lelah dan tetap blusukan membabarkan dharma kepada umat,’’ kata Wayan Wiriani (47), salah satu putri Komang.

Pada tahun 1972 lalu, Romo Komang pindah tugas ke Polda NTB. Di tanah kelahirannya ini, Romo Komang kemudian menelusuri keberadaan umat Buddha. Dari ujung barat kampong Sekotong Ganjar, Lombok Barat, hingga ujung Lombok Timur, Lombok Tengah sampai ujung utara Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga sampai ujung timur Kecamatan Bayan.

‘’Saat bertugas di Lombok, beliau mencari keberadaan umat Buddha dari desa ke desa. Melihat banyaknya komunitas Buddhis yang tidak memiliki tempat ibadah, Romo merasa prihatin dan bergerak mencarikan solusi,’’ ujarnya.

Pria yang lahir di Dusun Karang Siluman, Kelurahan Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram pada 1926 silam itu kini sudah tiada. Romo Komang Gede Susena Dharma meninggal dunia di usia 93 tahun pada Sabtu, 1 Juni 2019, di RSUD Provinsi NTB, sekitar pukul 16.20 Wita.

‘’Kami sangat bangga kepada bapak, beliau adalah orang yang sederhana dan penuh integritas. Cinta kasihnya sangat luas kepada sesama, peduli kepada semua orang terutama bagi perkembangan agama Buddha,’’ kata Kadiv Humas Polda NTB, AKBP H Purnama, saat dihubungi Mataraminside.com, Senin (10/6).(Sid)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.