Revisi UU KPK Akhirnya di Sahkan

Oleh: Muhajir

Mataraminside.com, Jakarta – Meski menuai kritikan dari berbagai kalangan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetap mengesahkan revisi UU KPK. Persetujuan itu diambil melalui rapat paripurna DPR yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/9).

Saat pengambilan keputusan, rapat paripurna kali ini kembali didominasi oleh anggota dewan yang tak hadir. Jika mengacu pada catatan Kesetjenan DPR, rapat dihadiri 289 anggota dari 560 anggota dewan.

Namun, saat Indonesiainside.id mencoba menghitung secara manual per pukul 11.20 WIB, anggota dewan yang hadir hanya 80 orang. Kendati demikian, rapat yang dipimpin Wakil Ketua, DPR Fahri Hamzah, tetap dilanjutkan.

“Rapat paripurna kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Fahri membuka rapat.

Terkait hal ini, Selasa pagi, DPR menggelar rapat badan musyawarah (bamus) pagi tadi sebelum gelaran paripurna. Rapat bamus menyepakati RUU KPK turut disahkan dalam rapat paripurna hari ini.

Rapat Paripurna DPR telah menetapkan lima calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kelima capim KPK itu mendapat persetujuan dari para Anggota DPR sekaligus tampil di hadapan Rapat Paripurna DPR untuk pertama kalinya setelah dipilih oleh Komisi III DPR.

Komisi III DPR sudah melakukan rapat pleno soal mekanisme uji kelayakan dan kepatutan, pengumuman ke media massa, meminta masukan masyarakat, pembuatan makalah bagi capim, hingga uji kelayakan dan kepatutan.

Kelima capim yang tampil pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah itu adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Gufhron, Nawawi Pomolongo, dan Lili Pintauli Siregar. Kelimanya diperkenalkan kepada seluruh Anggota DPR yang menghadiri Rapat Paripurna tersebut.

Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin menyampaikan, sesuai ketentuan Pasal 30 ayat 11 Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tersebut tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, maka Komisi III wajib memilih satu orang ketua dan empat orang wakil ketua.

“Selanjutnya, pemilihan ketua telah diputuskan Komisi III yaitu saudara Firli Bahuri,” kata Azis dalam laporannya di hadapan Rapat Paripurna, hari ini.

Firli terpilih sebagai Ketua KPK karena meraih suara terbanyak pada voting pemilihan di Komisi III sebanyak 56 suara.

“Berdasarkan pandangan dan analisis yang telah kami lakukan, kami memandang dibutuhkannya pimpinan KPK yang berkapasitas tinggi, profesional, dan kredibel dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” kata Azis. (EP/Rul)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.