Rakernas MUI di KEK Mandalika, Kawal Masalah Keumatan

Oleh: Ahmad ZR

Mataraminside.com, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI), terus mengawal masalah keumatan yang hingga saat ini masih memprihatinkan. Berbagai masalah itu nantinya akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V  2019, 11-13 Oktober 2019 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi menjelaskan beberapa pokok pikiran dalam rekomendasi dan tausiyah Rakernas V MUI nanti. Pertama, untuk kemajuan umat dan kesejahteraan bangsa. Kedua, komitmen MUI untuk mendukung kelancaran pelaksanaan agenda kenegaraan berupa pengucapan sumpah Presiden dan Wapres terpilih.

“MUI juga berkomitmen untuk terus mengembangkan demokrasi Pancasila yang dilandasi nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebhinnekaan melalui mekanisme konstitusional dan sesuai nilai-nilai ajaran agama,” kata Zainut di kantor MUI, Jakarta, Selasa (8/10).

Selain itu, memberikan perhatian besar untuk meningkatkan agenda dan program meningkatkan pemahaman Islam wasathiyah kepada semua kelompok umat Islam dan masyarakat luas. Sekaligus mencegah berkembangnya paham radikal yang tentu tidak sesuai untuk masyarakat Indonesia yang majemuk dan berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

“MUI merasa prihatin terhadap masalah kerusuhan Papua, termasuk Wamena yang banyak menyebabkan jatuhnya korban jiwa warga,” katanya

MUI juga prihatin terhadap demo mahasiswa yang anarkhis dan penanganan demo oleh aparat yang masih menggunakan pendekatan kekerasan. “Kami prihatin terhadap berkembangnya sikap dan perilaku sebagian warga masyarakat yang semakin permisif,” ujar dia.

Mengenai korupsi di berbagai sektor kehidupan dan melibatkan pejabat pemerintah dan swasta, kata Zainut, perlu penanganan dan sanksi lebih tegas dan keras terhadap pelaku korupsi tersebut. “Upaya ini agar menimbulkan efek jera dan tidak terulang lagi di masa mendatang,” katanya. (Aza/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.