Puluhan Ribu Aplikasi Pengepul Data di Temukan Facebook

Oleh: Suandri Ansah

Mataraminside.com, JakartaFacebook terpaksa menangguhkan puluhan ribu aplikasi yang terhubung ke platformnya. Aplikasi itu diduga mengumpulkan sejumlah besar data profil pengguna.

Facebook memonitor adanya lonjakan tajam dari tahun lalu, yang terdeteksi sebanyak 400 aplikasi. Mereka ditandai oleh tim investigasi perusahaan seiring kasus Cambridge Analytica.

Banyak aplikasi telah dilarang karena sejumlah alasan, seperti menyedot data profil pengguna atau membuat data publik tanpa perlindungan identitas yang melanggar ketentuan pengguna Facebook.

Terlepas dari aturan tersebut, raksasa media sosial itu tidak memaparkan perusahaan lain terkait penyalahgunaan data pengguna di luar yang sudah diberitahukan kepada publik. Di antara yang sebelumnya diungkapkan termasuk perusahaan analisis Korea Selatan Rankwave.

Perushaan itu dituduh menyalahgunakan platform pengembang dan menolak audit. Aplikasi lainnya yakni myPersonality, kuis kepribadian yang mengumpulkan data pada lebih dari empat juta pengguna.

Pengetatan diambil setelah kasus pengepulan data oleh Cambridge Analytica. Otoritas federal dan anggota parlemen telah melakukan investigasi dan mengeluarkan denda dari segalanya mulai dari proyek cryptocurrency Libra hingga bagaimana perusahaan menangani privasi pengguna.

Senator Ron Wyden, seorang senator Demokrat dari Oregon, mengatakan ini bukan “kecelakaan” seperti yang diklaim Facebook.

“Facebook memasang tanda neon yang bertuliskan ‘Data Pribadi Gratis’, dan biarkan pengembang aplikasi mengisi informasi pribadi orang Amerika,” katanya dikutip Tech Crunch, Selasa (23/9).

“FTC perlu meminta pertanggungjawaban Mark Zuckerberg secara pribadi.” Facebook mengatakan penyelidikannya akan berlanjut. (*/Dry/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.