MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Prestasi Ilmiah Tahun 2021 – Dagblad Suriname

Kisah sains teratas tahun ini dipenuhi dengan perkembangan yang menginspirasi, mulai dari sensor pernapasan yang dapat mendiagnosis penyakit hingga misi NASA untuk berlatih melindungi planet kita.

Saat ini, dunia menggunakan lebih dari 110 juta ton pupuk nitrogen untuk meningkatkan produksi tanaman setiap tahunnya. Bagaimana jika makanan dibuat dari awal? Para peneliti sedang bekerja untuk menangkap dan “mengunci” nitrogen, karbon dan belerang menggunakan sintesis kimia dalam satu pendekatan.

Pengujian untuk penyakit dapat sesederhana pada pasien seperti menghembuskan napas. Sensor pernapasan baru dapat mendiagnosis penyakit dengan mengambil sampel konsentrasi lebih dari 800 senyawa dalam napas seseorang. Misalnya, peningkatan jumlah aseton dalam napas manusia menunjukkan diabetes. Sensor mencari perubahan hambatan listrik saat senyawa pernapasan mengalir melalui semikonduktor oksida logam. Kemudian algoritma menganalisis data sensor.

Para ilmuwan di Pusat Paleogenetika di Stockholm mengekstraksi DNA dari sisa-sisa mamut yang diyakini berusia 1,2 juta tahun, menghasilkan genom lengkap tertua yang diketahui hingga saat ini.

Pada bulan Oktober, ilmuwan Amerika David Julius dan Erdem Patbutian memenangkan Hadiah Nobel dalam Kedokteran untuk penemuan mereka tentang suhu dan reseptor sentuhan. Penelitian yang dilakukan oleh duo ini digunakan secara independen untuk mengembangkan perawatan untuk berbagai penyakit dan kondisi, termasuk nyeri kronis.

READ  Para astronom menemukan lubang hitam kecil yang relatif dekat dengan Bumi