Presiden Bakal ‘Basmi’ Perda-Perda yang Dinilai Hambat Investasi

Oleh: Ahmad ZR

Mataraminside.com, Jakarta – Menteri Hukum dan HAM  (Menkumham), Yasonna Laoly, menekankan pentingnya Omnibus Law cipta lapangan kerja. Dia lantas mengambil contoh permasalahan tenaga kerja di daerah Morowali, Sulawesi Tengah, belum lama ini.

“Kemairn itu, di Morowali investasi masuk, memang ada tenaga kerja asing yang di-hoaks-kan seolah-olah kita distribusi tenaga asing,” ujar Yasonna dalam Rapat Pleno Koordinasi Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Padahal, kata dia, jumlah tenaga kerja asing di Morowali hanya sekitar 3.000 pekerja. Sementara, tenaga kerja domestik mencapai 30 ribu orang. “Coba investasi itu tidak perlu ribut (sesama) anak bangsa. Ini harus kita lihat kalau di satu daerah itu timbul investasi, berarti pajak daerah bertambah juga dan yang untung pemerintah pusat,” katanya.

Politikus PDIP itu menyatakan, jika Omnibus Law diterapkan, maka peraturan daerah (perda) yang dianggap menghalangi investasi dapat dibatalkan oleh peraturan presiden (perpres) karena hierarki. “Ada hierarki undang-undang, ada UUD, filsafat, kemudian UU, perppu, PP, perpres, kemudian ada keputusan TAP/MPR, baru perda,” ucapnya.

Yasonna menyebutkan, jika berkaca pada konstitusi di negeri ini maka kewenangan kekuasaan berada pada presiden. Sementara, Pasal 16 UUD 1945 mengatakan, hal-hal pemerintahan dapat didelegasikan kepada kepala daerah melalui berbagai sentralisasi.

“Karena presiden adalah pemegang kekuasaan maka teman-teman (di daerah) jangan membuat kebijakan yang menyumbat apalagi menghalangi investasi,” ujarnya.

Yasonna menyatakan, Indonesia kini sudah memiliki UU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Kemenkumham pun akan mengharmonisasi perda-perda yang ada untuk mencegah tumpang tindih dan pertentangan vertikal di atasnya.

“Tumpang tindih itu kan saling bertentangan ke samping atau tidak sejalan keinginan kita untuk investasi. Maka harmonisasi kementerian dimulai di wilayah,” katanya. (AIJ/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.