MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Polisi Indonesia menangkap dalang di balik serangan Bali

Zulkarnin adalah salah satu pemimpin kelompok teroris Islam ekstremis terlarang, Jemaah Islamiyah, yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia. Kelompok ini terkait erat dengan Al Qaeda, organisasi teroris di balik serangan 11 September.

Pada 12 Oktober 2002, dua bom meledak secara berurutan di Kuta, tempat peristirahatan paling populer di Bali. Pertama, seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di bar Paddy, menewaskan puluhan orang. Saat pengunjung yang terluka berjalan keluar, sebuah bom mobil meledak di seberang jalan di depan pintu masuk klub malam Sari yang terkenal itu. Sebagian besar dari 202 orang tewas dan 300 terluka adalah turis Barat.

tangkapan golf

Setelah serangan itu, gelombang penangkapan menyusul, di mana sejumlah pemimpin ditangkap. Ahli biologi Zulkarnaen, yang merupakan salah satu militan Indonesia pertama yang menerima pelatihan di Afghanistan, berhasil melarikan diri. Polisi menduga bahwa dia merencanakan serangan di Bali dan mengatur bahan peledaknya. Belakangan, dia juga akan ikut ambil bagian dalam penyerangan dua hotel di Jakarta pada 2009. Sembilan orang tewas.

Seorang relawan Palang Merah Indonesia di bawah reruntuhan setelah serangan tahun 2002.foto AFP

Seorang juru bicara polisi mengatakan akhir pekan ini bahwa tim anti-teror menangkap Zulkarnin di pulau Sumatera Kamis lalu. Polisi dikatakan baru-baru ini berada di jalur yang benar saat menginterogasi orang-orang bersenjata lainnya yang ditahan.

Penangkapan Zulkarnain merupakan pukulan lain bagi kelompok Islam terlarang, yang anggotanya diburu secara fanatik oleh polisi Indonesia. Pekan lalu, Obek Lawanga, yang diburu sejak 2005 karena penyerangan pasar di Sulawesi, ditangkap. Tahun lalu, mantan pemimpin Para Wijayanto ditangkap.

READ  Kabinet mengabaikan permintaan kedutaan di Kabul... selama berbulan-bulan