Perusahaan Tambang Diminta Tetap Perhatikan Lingkungan

Oleh: M Sahrul Hardinata

Mataraminside.com, Mataram – Wakil Gubernur NTB, Hj. Siiti Rohmi Djalilah, atau yang biasa disapa Umi Rohmi, meminta seluruh perusahan tambang yang ada di NTB untuk tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitar. Sehingga, keindahan pulau-pulau di NTB ini tetap terjaga dan selalu menarik masyarakat untuk berkunjung.

“Ada beberapa tambang besar  terdapat di NTB, akan tetapi keindahan pulau-pulau kami masih tetap terjaga karena kami dari pemerintah menekankan kepada tambang-tambang tersebut untuk berorientasi kepada lingkungan,” ungkap Umi Rohmi pada kegiatan Temu Profesi Tahunan XXVII, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), dengan tema Pengelolaan Pertambangan Indonesia dalam Industri 4.0 yang berlangsung di Hotel Aruna Senggigi, Selasa (30/10).

“Bagaimana cara tambang-tambang ini bisa ramah dan dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat paham apa yang kita lakukan. Mudah-mudahan regulasi tentang tambang semakin memudahkan, semakin membuat perusahaan tambang ini beroperasi dengan produktif di Indonesia,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jendral Mineral dan Batubara, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Gatot Ariyono, menjelaskan bahwa pertambangan memiliki hal positif dan negatif sehingga sering terjadi pro kontra di masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadikan tambang sebagai tulang punggung pembangunan daerah maupun nasional.

“Walaupun memiliki pro dan kontra akan tetapi tambang sangatlah penting bagi pembangunan. Sebagai contoh Kutai Kertanegara tidak akan terjadi jika tidak ada tambang,” ungkapnya, seraya berharap ke depannya pertambangan harus lebih baik lagi sebagai agen development dan agen perubahan.

Sementara Ketua Perhapi Ir. Rizal Kasli, IPM menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang dan menjalankan beberapa program unggulan untuk mencapai visi misi dari organisasi ini.

“Program tersebut adalah memberikan masukan kepada pemerintah dan stakeholder pertambangan berdasarkan kajian strategis Perhapi meliputi pertambangan seperti merevisi undang-undang mineral dan batubara, kebijakan nasional mineral dan batubara, konservasi keselamatan kerja, pemikiran terhadap isu lingkungan dan ilegal loging dan beberapa hal lain yang terkait dengan aspek teknis dan regulasi,” ujar Rizal. (Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.