Pengusaha Jepang ‘Curhat’, Tersaingi Pemodal China

Oleh: Andryanto S

Mataraminside.com, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya keras memulihkan kepercayaan dari investor Jepang agar dapat semakin banyak untuk meningkatkan investasinya di Republik Indonesia. Sebab, pengusaha Jepang mengaku mengeluhkan ada luka batin mendalam. Apa penyebabnya?

“Pesan Kepala BKPM, bahwa Indonesia sangat serius mengembalikan kepercayaan Jepang. Itu yang kami sampaikan tadi ke perwakilan para pengusaha di sini,” kata Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut dia,  BKPM saat ini tengah bekerja keras mengembalikan kepercayaan Jepang meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Rizal di Tokyo, Jepang, Kamis (16/11), usai bertemu dengan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (Japinda) Norio Yamazaki.

“Saya tadi banyak mendengar saja keluhan pengusaha Jepang. Memang ada luka batin mendalam. Ada kekecewaan. Sebab terlanjur cinta Indonesia,” ujarnya.

Rizal mengatakan Kepala BKPM sudah menangkap kekecewaan Jepang sehingga langsung mengundang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Senin (11/11/2019) lalu di Kantor Pusat BKPM di Jakarta. Tak hanya itu, katanya, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi ke Jepang kemudian bertolak ke Jepang, menemui sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha.

Rizal mengatakan Kepala BKPM serius mengembalikan kepercayaan Jepang di Tanah Air. Guna mempercepat pulihnya kepercayaan berinvestasi di Indonesia, para investor di Jepang berharap agar Kepala BKPM segera berkunjung ke Jepang.

“Para investor ingin sekali mendengarkan langsung terobosan-terobosan Kepala BKPM baru. Mereka melihat ada harapan baru sebab kebijakan Kepala BKPM yang paling ditunggu adalah memperbaiki iklim investasi domestik. Kembali ke Indonesia, salah satu aspirasi investor ini akan saya sampaikan nanti ke beliau,” ucap Rizal.

Selain itu, kata Rizal, pemerintah juga akan mempercepat beberapa proyek investasi atau pinjaman secara business to business (antarpebisnis) di kedua negara. Menurut dia, ada ratusan juta dolar AS yang Jepang disiapkan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat bila kita cukup cepat menindaklanjuti.

“Ini cuma komitmen awal. Untuk Indonesia, Jepang siap masuk berinvestasi lebih besar lagi baik untuk skala korporasi maupun SME (small medium entreprise atau UKM),” ujarnya.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) asal Jepang pada Januari-September 2019 sebagian besar berada di sektor ketenagalistrikan dan gas (58,1 persen), disusul otomotif dan transportasi sebesar 13,7 persen, perumahan dan kawasan industri serta perkantoran 12,6 persen, industri karet dan plastik 2,5 persen, dan lain-lainnya sebesar 10,1 persen.(*/Dry/Ant/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.