MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Penelitian Internasional Baru ke dalam Asal Usul Christopher Columbus – Ilmuwan

Penelitian ilmiah tentang asal-usul penjelajah Christopher Columbus akan dilanjutkan setelah jeda yang lama.

Inilah yang dikatakan seorang profesor di Universitas Granada. Menggunakan analisis DNA dari sisa-sisa Columbus, para peneliti di Universitas Granada mencoba memecahkan misteri seputar asal-usulnya. Sebagian besar sejarawan mengklaim bahwa Columbus berasal dari Genoa, tetapi Catalonia atau Portugal juga mungkin.

José Antonio Llorente, profesor kedokteran forensik di Universitas Granada, mengumumkan pada konferensi pers bahwa hasil penyelidikan diharapkan pada bulan Oktober.

Teknologi yang lebih baik

Llorente sebenarnya mulai menganalisis DNA tulang Columbus yang terkubur di Katedral Seville pada tahun 2003. Tetapi menurut dia, teknologi tidak cukup berkembang pada saat itu sehingga sangat sedikit informasi yang dapat dikumpulkan dari tulang. Penyelidikan akhirnya terhenti pada tahun 2005. “Tulang-tulang itu diawetkan sampai kita mengembangkan teknologi yang lebih baik, dan inilah yang terjadi hari ini,” kata profesor itu.

DNA dari tulang akan dibandingkan dengan saudara laki-laki dan anak laki-laki saya, Columbus. Itu juga akan dibandingkan dengan DNA orang hidup dengan nama keluarga yang sama dan diduga memiliki hubungan dengan pelancong.

Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Granada, bekerja sama dengan Universitas Florence di Italia dan Universitas Texas Utara di Amerika Serikat.

Llorente mengatakan hasilnya bisa meyakinkan. Dia memperingatkan bahwa tidak ada kepastian bahwa para peneliti akan dapat mengekstraksi DNA spesifik yang cukup dari tulang untuk mencapai kesimpulan yang pasti.

Inilah yang dikatakan seorang profesor di Universitas Granada. Menggunakan analisis DNA dari sisa-sisa Columbus, para peneliti di Universitas Granada mencoba memecahkan misteri seputar asal-usulnya. Sebagian besar sejarawan mengklaim bahwa Columbus berasal dari Genoa, tetapi Catalonia atau Portugal juga mungkin. José Antonio Llorente, profesor kedokteran forensik di Universitas Granada, mengumumkan pada konferensi pers bahwa hasil penyelidikan diharapkan pada bulan Oktober. Llorente sebenarnya mulai menganalisis DNA tulang Columbus yang terkubur di Katedral Seville pada tahun 2003. Tetapi menurut dia, teknologi tidak cukup berkembang pada saat itu sehingga sangat sedikit informasi yang dapat dikumpulkan dari tulang. Penyelidikan akhirnya terhenti pada tahun 2005. “Tulang-tulang itu diawetkan sampai kita mengembangkan teknologi yang lebih baik, dan inilah yang terjadi hari ini,” kata profesor itu. DNA dari tulang akan dibandingkan dengan saudara laki-laki dan anak laki-laki saya, Columbus. Itu juga akan dibandingkan dengan DNA orang hidup dengan nama keluarga yang sama dan diduga memiliki hubungan dengan pelancong. Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Granada, bekerja sama dengan Universitas Florence di Italia dan Universitas Texas Utara di Amerika Serikat. Llorente mengatakan hasilnya bisa meyakinkan. Dia memperingatkan bahwa tidak ada kepastian bahwa para peneliti akan dapat mengekstraksi DNA spesifik yang cukup dari tulang untuk mencapai kesimpulan yang pasti.

READ  Peningkatan kasus baru korona di Amstelveen