Pemerintah Dinilai tidak Serius Bantu Korban Gempa Maluku

Oleh: Muhajir

Mataraminside.com, Jakarta – Gempa Maluku masih menyisakan duka, terkhusus para korban. Praktisi Hukum asal Maluku, Ismail Ramadan, mengaku keberatan jika pemerintah melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku hanya menetapkan masa tanggap darurat pascagempa 26 September lalu berakhir pada pada 9 Oktober 2019.

Menurut Ismail, penetapan akhir tanggap darurat itu mengisyaratkan pemerintah tak serius menangani para korban. Selain gempa susulan masih terjadi, korban juga trauma untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Pemerintah benar-benar tidak ikhlas dan serius untuk membantu korban gempa bumi di Maluku, sebab waktunya sangat singkat, sementara sampai saat ini pun gempa masih terjadi ambon dan sekitarnya meski skalanya kecil,” kata Ismail saat dihubungi Indonesiainside.id dari Jakarta, Selasa malam (8/10).

Menurut dia, korban yang mengungsi masih banyak dan belum tertangani dengan baik. Masyarakat, kata dia, merasa kecewa karena akan segera angkat kaki dari Maluku, menyusul masa tanggap darurat akan berakhir.

“Jangan sampai kondisi ini mengklarifilasi pernyataan pemerintah terkait dengan korban gempa menjadi benan pemerintah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, warga Maluku saat ini masih banyayang mengurangi di tempat yang dianggap aman. Masyarakat juga sangat khawatir dan cemas dengan indikasi adanya gempa susulan.

Apalagi, kondisi pelayanan secara umum seperti pembangunan fasilitas pengungsian masih jauh dari kata layak dan aman. Pemeritah juga tak memberikan pendidikan mitigasi bencana bagi masyarakat di Maluku.

“Karena kita mengetahui bahwa maluku adalah salahsatu daerah yang rawan akan gempa bumi,” kata dia.

Terkait hal ini, memasuki hari ke-12 pascagempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, hingga Selasa (8/10/2019) pagi, gempa susulan di wilayah Maluku masih terus terjadi.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon hingga pukul 09.00 WIT, gempa susulan yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya telah mencapai 1.216 kali.

Dari ribuan kali gempa yang terjadi itu, gempa susulan dengan magnitudo terbesar yakni 5,6 sedangkan yang terkecil 1,6.  Gempa bermagnitudo 1,6 mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Selasa dini hari tadi. Getaran gempa itu membuat panik warga di Ambon karena episenrum gempa yang sangat dekat dengan Kota Ambon. (EP/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.