MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Pasangan Telp mendengar tentang 4 tahun penjara karena mengadopsi anak secara ilegal dari Indonesia | Indonesia Telp

Tel – Kantor Penuntut Umum (OM) telah meminta hukuman penjara empat tahun di pengadilan di Arnhem terhadap pasangan Tel karena secara ilegal mengadopsi dua anak dari Indonesia. Mereka diduga terlibat dalam pemalsuan, adopsi ilegal dan penyelundupan manusia.




Investigasi kriminal terhadap pasangan itu dimulai ketika kotamadya Tiel menyerahkan laporan ke Polisi Aliens. Pria itu kemudian mencoba melaporkan anak-anak itu ke pemerintah kota, tetapi tidak dapat membuktikan bahwa dia adalah ayah kandungnya, menurut OM.

Pria itu mengatakan dia memiliki anak dengan seorang wanita di Indonesia yang dikatakan telah menikah dengannya. Wanita itu dikatakan telah meninggal tak lama setelah melahirkan anak kembar, setelah itu pasangan itu ingin membawa anak-anak ke Belanda setahun kemudian. Di Indonesia, pasangan ini memperoleh paspor darurat.

Penelitian DNA

Penelitian DNA telah menunjukkan bahwa laki-laki bukanlah ayah biologis, bahwa anak-anak tidak berhubungan satu sama lain, dan mereka tidak berhubungan dengan pasangan. Ternyata surat-surat yang diserahkan ke kotamadya Tell dipalsukan.

Pada hari Selasa, jaksa menegaskan bahwa empat orang tua mungkin harus secara paksa meninggalkan anak-anak mereka: “dengan tipu daya, penipuan atau perdagangan anak.”

Tidak seorang pun dapat secara ilegal memiliki anak-anak orang lain. Demi kepentingan anak, Kejaksaan hanya bisa menuntut hukuman penjara jangka panjang. Untuk memperjelas bahwa Anda tidak dapat membeli anak-anak atau membeli perilaku Anda sendiri.

Jaksa Penuntut Umum menuntut 4 tahun penjara bagi kedua terdakwa.

READ  STVV mengalahkan Antwerpen yang lemah pada menit keenam di Stein | Liga Pro Jupiler 2021/2022