Pantau dan Awasi Warga Baru untuk Antisipasi Munculnya Kelompok Radikal

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

Mataramnside.com, Mataram – Jajaran Kepolisian Air (Polair) Polres Lombok Barat (Lobar) mengajak masyarakat nelayan untuk lebih meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap warga baru di lingkungan sekitar guna mengantisipasi terkait munculnya kelompok radikal, terorisme dan pemahaman baru.

Kepala Satuan (Kasat) Polair Polres Lombok Barat, IPDA I Gusti Made Suarjaya mengatakan, terorisme tidak hanya menimbulkan kerugian materi dan nyawa, namun dapat menciptakan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Sehingga hal ini dapat mencabik ikatan persaudaraan dan nilai-nilai toleransi yang sejatinya menjadi kultur budaya bangsa di negeri ini.

Menurut Made, banyak ajaran agama yang melenceng karena belajar tidak dari sumber yang tepat. Dan radikalisme ini berkembang karena pemahaman terhadap agama yang keliru.

Jadi, perlu untuk kerja sama semua pihak agar proses pencegahan perkembangan radikalisme bisa berjalan baik. Disamping itu, ia juga mengajak kepada masyarakat nelayan untuk lebih waspada terhadap warga pendatang baru yang memiliki pemahaman yang baru terkait kelompok radikalisme.

‘’Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Karena Pancasila merupakan ideologi pemersatu yang paling sesuai bagi bangsa yang majemuk. Kemajemukan bangsa Indonesia harus dijaga. Oleh karena itu, semua pihak harus mencegah berkembangnya gerakan yang memaksa untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Jadi, sebagai generasi muda bahwa akhir-akhir ini ada upaya untuk memecah belah kesatuan NKRI, maka dari itu diharapkan sebagai pewaris nilai-nilai patriotisme untuk tetap menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI,’’ kata Kasat Polair Polres Lombok Barat, IPDA I Gusti Made Suarjaya di sela-sela acara Quick Wins di Pantai Montong, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (12/7).

Selain itu, Made juga mengajak masyarakat nelayan untuk peduli terhadap kelestarian ekosistem laut. Serta mengajak masyarakat nelayan untuk tidak membuang sampah plastik di laut.

‘’Kami juga mengimbau kepada masyarakat nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca. Apabila cuaca buruk, agar masyarakat nelayan untuk tidak melaut guna meminimalisir kecelakaan di laut,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan sesi tanya jawab oleh masyarakat nelayan. Banyak hal yang ditanyakan oleh masyarakat nelayan mengenai masalah yang terjadi di wilayah perairan yakni tentang ilegal mining, ilegal people, ilegal fishing dan tindak pidana perairan lainnya serta antisipasi laka laut kapal tenggelam, orang tenggelam dan mencegah terjdinya konflik-konflik sosial yang terjadi di wilyah pesisir Pantai Batulayar. Seluruh pertanyaan masyarakat nelayan itu dijawab secara gamblang dan mendetail oleh Kasat Polair Polres Lombok Barat, IPDA I Gusti Made Suarjaya, dan Kanit Patroli, Kanit Binmas, dan Kanit Gakum.

Di penghujung acara dilakukan penyerahan sarana kontak dari Polair perwakilan nelayan, berupa life jacket, ringbuoy, bendera merah putih, dan lambang Garuda Pancasila serta pendeklarasian penolakan atas segala gerakan radikal yang anti Pancasila.(Sid)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.