MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Manusia telah mengubah sepertiga permukaan bumi dalam 60 tahun

Perkebunan kayu putih dan teh merumput di hutan tropis Great Rift Valley, Kenya. Sejak 1960, sepertiga bentang alam di Bumi telah diberi pekerjaan baru.

Sejak 1960, sepertiga bentang alam di Bumi telah diberi pekerjaan baru. Ini empat kali lebih banyak dari yang diasumsikan sebelumnya. Sebuah studi baru-baru ini di jurnal Nature menunjukkan sekali lagi bahwa manusia telah memanipulasi planet dengan tegas.

Dalam milenium terakhir, sekitar tiga perempat permukaan bumi telah diubah oleh manusia.

Sepertiga (32 persen) berubah dari tahun 1960 hingga 2019, sebagian karena kegiatan pertanian dan perusakan hutan tropis. Secara total, luas wilayah ini adalah 43 juta kilometer persegi atau dua kali luas Jerman setiap tahunnya sejak tahun 1960.

Perdagangan global

padanya sebuah pelajaranSiapa yang muncul di alamDan Tim peneliti mengembangkan metode untuk memetakan perubahan penggunaan lahan: Penilaian Dinamika Tanah Historis + (HILDA +). Ini menunjukkan dengan sangat rinci berapa banyak wilayah daratan global yang diberikan pekerjaan baru antara tahun 1960 dan 2019.

Meningkatnya permintaan, terutama di negara maju di utara, telah mendorong perluasan tanaman bioenergi di selatan.

Para peneliti juga menemukan bahwa proses perubahan penggunaan lahan yang berbeda secara geografis dapat dilihat. Misalnya, akhir-akhir ini banyak pembicaraan tentang tanah subur yang ditinggalkan dan penghijauan di utara dan lebih banyak deforestasi dan perluasan pertanian di selatan. Dalam pandangan mereka, perubahan penggunaan lahan jelas terkait dengan efek perdagangan dunia terhadap produksi pertanian.

Salah satu hipotesisnya adalah bahwa transisi dari peningkatan ke penurunan penggunaan lahan terkait dengan perkembangan pasar dalam konteks krisis ekonomi global 2009.

READ  Variabel Delta: Indonesia perpanjang pembatasan, Sydney perpanjang penguncian

Sebelum krisis, produksi pertanian global didorong oleh peningkatan permintaan akan makanan, pakan ternak, dan bahan bakar nabati, serta harga minyak yang tinggi (yang mencapai rekor tertinggi pada tahun 2008). Pertumbuhan ini berdampak pada penggunaan lahan. Harga minyak yang tinggi khususnya membuat tanaman bioenergi lebih kompetitif dan menguntungkan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Meningkatnya permintaan, terutama di negara maju di utara, telah menyebabkan perluasan tanaman bioenergi di selatan (termasuk Ghana, Argentina, Brazil dan Indonesia).

Baca juga

jplenio / Pixabay

Pada tahun 2007, masalah ketahanan pangan di banyak negara yang bergantung pada impor dan ekonomi yang tumbuh cepat seperti Uni Eropa, Cina atau India memicu gelombang pembelian tanah lintas batas skala besar dan investasi asing di bidang pertanian, terutama menargetkan sub-Sahara Afrika. . Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Pasar dan iklim

Dengan cara ini, para ilmuwan dapat memetakan berbagai perubahan dalam penggunaan lahan dan menghubungkannya dengan mekanisme pasar global dan perdagangan global, serta perubahan iklim dan cuaca ekstrem: semuanya adalah agen penting dari perubahan penggunaan lahan.

Penulis penelitian berpendapat bahwa temuan mereka penting untuk memahami dampak perubahan penggunaan lahan terhadap tantangan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Diakui bahwa kegiatan yang terkait dengan penggunaan lahan, seperti bagaimana kita menangani kehutanan dan pertanian, sangat penting untuk mencapai tujuan iklim di bawah Perjanjian Iklim Paris. Dengan demikian penggunaan lahan telah menjadi bagian penting dari diskusi kebijakan internasional.