Lengan Besar Tak Berguna, Popeye TKO dalam Tiga Menit

Oleh: Eko P 

Mataraminside.com, Moscow – Seorang binaragawan asal Rusia yang dikenal dengan sebutan ‘Popeye’ karena otot bisepnya yang super besar menyerah dalam pertarungan MMA hanya tiga menit setelah ia dijatuhkan sang lawan.

Binaragawan Kirill Tereshin sebelumnya membuat heboh dunia olahraga karena membesarkan lengannya seperti milik tokoh kartun ‘Popeye’ dengan menyuntikkan zat synthol yang sangat berbahaya ke lengannya. Namun, lengan besar ini terbukti tidak banyak membantunya dalam pertarungan MMA di sebuah gym di kota Abakan di Republik Rusia Khakassia.

Sang lawan, Tereshin, yang juga seorang tentara menghujani Popeye dengan beragam pukulan di ronde pertama pertandingan. Tak lama kemudian ia menjatuhkannya untuk membuat Popeye menyerah.

Apa yang dilakukan Kirill Tereshin dengan menyuntikkan synthol merupakan cara berbahaya yang tidak pantas ditiru. Hal ini telah lama diperingatkan oleh dunia kesehatan.

Synthol adalah zat yang terdiri dari minyak, sejenis obat penghilang rasa sakit dan alkohol. Tereshin sengaja memasukkan zat tersebut agar kedua lengannya mengembang seolah-olah memiliki otot dalam waktu yang singkat. Cara ini kerap disebut sebagai teknik ‘fluffing’.

Jika secara normal untuk membentuk badan yang atletis, seorang pria membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun. Namun, dengan teknik fluffing hanya perlu satu hingga dua bulan untuk mendapatkan otot seperti Popeya atau bahkan ‘Hulk’- tokoh berbadan hijau besar di film fiksi Marvel.

Penggunaan zat Synthol secara sembarangan dapat berakibat fatal seperti terjadi pada tahun 2015, ada seorang pria asal Brasil pecandu teknik ‘fluffing’. Akibatnya, pria tersebut hampir kehilangan lengannya karena otot bisep di kedua lengan mengalami mati rasa.

Selain itu, penggunaan Synthol yang berlebihan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Dokter Yuriy Serebryanskiny mengatakan bahwa obsesi binaragawan seperti Tereshin dapat berakhir dengan bencana. “Dia bisa mati rasa di lengannya, otot-otot bisa berubah menjadi pemberat yang tidak akan bisa dia gunakan untuk mengangkat barang-barang. Dia akhirnya bisa cacat.”

“Anda bisa melihatnya di wajahnya, ada sesuatu yang tidak sehat tentang hal itu,” lanjutnya. (EP/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.