Kurangi Pengangguran, Kemenaker Bantu Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Binaan

Oleh: INI Network

Mataraminside.id, Denpasar – Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) memilih Bali sebagai kota pertama dari kegiatan roadshow Naker Tanggap Covid-19 2020 mulai dari tanggal 10-13 September mendatang.

Pada Naker Tanggap Covid-19 2020 ini terdapat tiga rangkaian kegiatan, yakni expo atau pameran produk dari Tenaga Kerja Mandiri (TKM) binaan Kemnaker, Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan bagi TKM dan pemberian penerima bantuan secara simbolis kepada TKM.

Total terdapat 50 booth (stan) untuk TKM disiapkan, sementara sebanyak 100 orang TKM akan mengikuti Bimtek lanjutan. Sedangkan 175 kelompok TKM Bali akan menjadi penerima bantuan dalam kegiatan ini.

Dalam pameran ini disebutkan pula, bahwa 50 booth TKM yang memajang produk mereka dapat dibeli oleh masyarakat sekitar dengan harga yang kompetitif.

“Bali dipilih sebagai kota pertama untuk penyelenggaraan ini karena Bali paling terdampak Covid-19,” kata Kepala Seksi Pengembangan TKM Kemnaker Widi Wijanarko, Kamis (10/9/2020).

Ditambahkannya, seperti lazim diketahui bahwa Pulau Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata. Karenanya, pandemi ini berdampak luar biasa atas kehidupan perekonomian di Bali.

“Kuta jam segini sepi seperti ini dan kita mengikuti anjuran Bapak Presiden melalui Ibu Menaker untuk ikut menggerakkan perekonomian dan memilih Bali ini yang pertama jadi kota roadshow kami,” katanya.

Kemenaker juga berharap dengan digelarnya kegiatan ini di Bali dapat mendorong perekonomian dan menggerakkan para TKM (Tenaga Kerja Mandiri) yang telah mendapatkan pembinaan dan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja.

Dijelaskannya, bahwa para peserta yang hadir dalam kegiatan berasal dari berbagai wilayah di tanah air. Misalnya, dari wilayah Indonesia Timur mulai dari Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Kegiatan berikutnya akan digelar di Makassar, Kalimantan dan Sumatera hingga akhir tahun 2020 ini. “Expo atau pameran ini merupakan tahapan ketiga dari pemberdayaan TKM,” lanjutnya.

Dimulai dari kelompok usaha ini diberi bantuan saran usaha dan pembekalan meliputi saran apa saja yang bisa dikerjakan di daerah masing-masing. Kemudian diberi bantuan fasilitas apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan produk tersebut.

“Setelah diberdayakan dan ada hasilnya kita tingkatkan Bimtek kelembagaan dengan membentuk kelompok. Kita minta bukti produk mereka. Kemudian produknya dipamerkan di expo,” imbuhnya.

Program tenaga kerja mandiri merupakan salah satu program unggulan Kementerian Tenaga Kerja untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja formal dan informal.

“Hal ini kita lakukan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat yang menganggur agar mendapat pekerjaan dengan cara wirausaha,” sambungnya.

Pandemi Covid-19 sekarang ini sektor UMKM sangat terdampak sekali. “Pandemi Covid-19 ini sektor UMKM di Indonesia banyak terdampak karena mereka tidak bisa ngapa-ngapain dan modalnya sangat sedikit. Lalu tiga bulan saat pandemi tabungan sudah habis, produksi berhenti dan tidak ada yang beli. Dan itu sangat terdampak,” ujar Widi.

Sebagai upaya menggeliatkan UMKM apalagi ditengah pandemi sekarang, pihaknya memberikan bantuan dan mempermudah akses mereka untuk permodalan baik perbankan maupun non perbankan.

Sebelumnya, pada tahun 2019 Kemenaker juga membina 1.600 kelompok TKM, meningkat dari sebelumnya pada tahun 2018 sekitar 800 kelompok. “Program tenaga kerja mandiri merupakan salah satu program unggulan Kementerian Tenaga Kerja untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja formal dan informal. Jadi, untuk memberdayakan masyarakat yang menganggur agar mendapat pekerjaan dengan cara wisarusaha,” jelas Widi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Perluasan Tenaga Kerja, Indyah Winasih mengatakan, kegiatan TKM Expo bertujuan untuk mendukung bahkan melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok usaha dari manajemen hingga pemasaran. “Jadi kita ada tiga tahapan dalam hal ini. Tahapan pertama mereka diberi bantuan saran dan usaha dan pembekalan di daerah masing-masing. Kedua kita berikan Bimtek peningkatan kelembagaan, di tahap kedua ini perwakilan dari mereka kita undang untuk diberikan bimtek lanjutan. Ketiga kita minta bukti produk mereka, kalau produk mereka berkembang kita pamerkan dalam kegiatan expo ini,” jelasnya.(*EP)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.