Kiat Mien Uno Mendidik Sang Anak, Sandiaga Uno

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Mien Uno mengungkapkan, butuh kerja keras, do’a dan kesepakatan dengan suami dalam mendidik seorang pemimpin

mataraminside.com, Jakarta — Mien R. Uno lahir pada 23 Mei 1941 di Indramayu, Jawa Barat dengan nama Rachimini Rachman. Satu hal penting dalam mendidik anak yang masih diingat dari kedua orangtuanya, adalah tidak membeda-bedakan gender. “Orang tua saya tidak membeda-bedakan pendidikan bagi laki-laki maupun perempuan,” kenang ibunda dari Sanidaga Uno ini.

Mendidik seorang pemimpin dalam hal ini Mas Sandi sapaan Mien Uno, butuh kerja keras, do’a dan kesepakatan dengan suami, Uno untuk bersama-sama mendidik. Diakuinya, di dalam mendidik setiap anak berbeda-beda, karena masing-masing anak mempunyai keunikan tersendiri.

Marah ketika melihat ketidakadilan, bahkan sudah paham tentang hak dan keinginan, inilah karakter yang dimiliki Sandiaga Uno sejak kecil. Bagi Sang Ibu, Mien Uno, hal itu patut dipuji.

“Mas Sandi sangat tahu persis tentang hak dan keinginan dan kemauan. Itu menurut saya bukan main sebagai seorang anak kecil,” tutur Mien Uno.

Mien Uno. Foto: ebooks.gramedia.com

Kemandirian yang diajarkan sedari dini, membuat Sandi kecil banyak melakukan hal-hal yang seharusnya dikerjakan orang dewasa yaitu berusaha mencari uang sendiri dengan menjual kartun.

“Dia berusaha mencari uang sendiri dengan mengumpulkan gambar-gambar kartun, kemudian digunting lalu ditempel-tempel kemudian ia jual, padahal dia masih di TK. Ada jiwa yang berbeda untuk membuat dirinya menjadi sangat unik,” jelas Mien Uno.

Sebagai orang tua, Mien dan suami selalu menanamkan nilai-nilai etika dan moral serta bagaimana berperilaku yang baik. Ia mengajarkan agar anaknya berucap sesuai hati nuraninya, sehingga ia akan mendengarkan dan menuruti keinginan putranya tersebut.

“Yang kami ajarkan juga kalau dia gak boleh bohong dan menyontek, biarpun nilainya jelek. Saya bilang lebih baik nilainya jelek dari pada hasil dari menyontek ke orang lain,” ujarnya.

Tak kalah penting ia juga mengajarkan kedisiplinan dan kebersamaan, karena bagi Mien, kedisiplinan adalah salah satu bagian dari menerapkan rasa hormat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Dan kedisiplinan bagian bagian dari etika yang merupakan moral dari diri seseorang agar ia mempunyai integritas yaitu, kedisiplinan, kejujuran, mengetengahkan sesuatu yang berkaitan dengan orang lain. “Kami biasakan untuk makan bersama-sama, berkumpul bersama-sama dengan keluarga. Dia harus selalu disiplin dan kalau diundang harus tepat waktu,” imbuhnya.

Kiat-kiat tersebut terbukti efektif menjadikan seorang Sandiaga Uno sukses sebagai wirausahawan yang mumpuni dan memiliki semangat pantang menyerah. Perhatian khusus pun diberikan perempuan asal Indramayu Jawa Barat ini.

Ia berkomitmen untuk mendampingi anaknya sendiri di masa-masa pertumbuhan. Tujuannya untuk lebih mengenal kelebihan dan kekurangannya serta membantunya dalam mengasah potensi sang anak.

“Mas Sandi selalu berhubungan dengan hal-hal tentang bagaimana mencari uang, dan kita arahkan supaya dia bisa mendapatkan hal-hal yang dia ingin kembangkan jadi kita fasilitasi, misalnya kita bawa dia ke toko buku lalu memperlihatkan buku-buku yang bagus supaya dia punya kegemaran membaca,” jelas pemilik nama asli Rachmini Rachman.

Menanggapi pemeritaan yang menyudutkan anaknya, sebagai seorang ibu, Mien merasa sakit hati mendapati anaknya diperlakukan tidak sebagaimana mestinya.

“Kalau ada yang mengatakan ‘Sandiwara Uno’ itu adalah sesuatu yang mungkin dia (Sandi) tidak apa-apa, tapi yang sakit hati itu ibunya,” ujar Mien Uno di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga, Senin (11/2).

“Tentu ibunya kecewa, sebagai orangtua yang mendidik anaknya dengan baik, santun, ramah dan beretika tapi dibilang bersandiwara,” katanya.

Ia mengaku sangat sedih tiap kali anaknya itu dicemooh.“Saya sedih banget, sebagai orang tua melihat keadaan yang terus-menerus dipertentangkan yang sebetulnya itu adalah hal yang tidak benar,” tutur Mien.

Sebaliknya, ia menegaskan selama ini selalu mendidik Sandi sesuai dengan agama dan kearifan yang berlaku di Indonesia. Malah, ia memuji sikap Sandiaga yang tak pernah marah meski kerap dituding bersandiwara. (Kbb)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.