MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Keputusan baru Taliban: Siswa harus mengambil pelajaran terpisah dengan abaya hitam dan penutup kepala | Afganistan di tangan Taliban

Mulai sekarang, siswa Afghanistan akan diwajibkan mengenakan abaya dan niqab hitam (cadar yang menutupi wajah; red.). Mereka juga tidak lagi diperbolehkan menghadiri kelas dengan siswa laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan dekrit yang diterbitkan oleh rezim baru Taliban sehari sebelum dibukanya kembali universitas swasta di negara tersebut.




Perempuan yang terdaftar di lembaga-lembaga ini harus meninggalkan kelas lima menit lebih awal dari laki-laki. Mereka kemudian harus menunggu di sebuah ruangan agar siswa laki-laki meninggalkan gedung.

Universitas juga harus menugaskan guru untuk siswa ini. Kemungkinan lain adalah merekrut “guru yang lebih tua” yang moralnya telah diperiksa.

Seorang guru mengajar beberapa anak laki-laki di Kabul. © AFP

Selama periode pertama kekuasaan gerakan Islam, antara tahun 1996 dan 2001, hampir tidak ada perempuan yang bisa belajar karena aturan yang melarang pencampuran kelas. Kemudian dia dipaksa memakai burqa.

Abaya adalah kerudung panjang yang menutupi tubuh. Niqab menutupi wajah kecuali mata.

Lalu lintas udara di Kabul

Ariana Afghan Airlines kini kembali bertanggung jawab atas penerbangan antara ibu kota, Kabul, dan tiga ibu kota regional yang penting. Penerbangan dengan persediaan bantuan juga berangkat setiap hari dari Qatar.

Negara-negara Barat menggunakan bandara hingga akhir Agustus untuk melakukan evakuasi besar-besaran. Itu terjadi setelah Taliban mencapai ibu kota lebih cepat dari yang diperkirakan, menyebabkan kekacauan besar. Lalu lintas udara reguler dihentikan.

READ  Puing-puing kapal selam yang diduga ditemukan di kedalaman 850 meter | Berita VTM Instagram