Kadis Pariwisata Ispan Terjaring OTT, Diduga Minta Jatah Fee Proyek

Oleh: M Sahrul Hardinata

Mataraminside.com, Mataram – Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Djunaidi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa, (12/11) siang.

Kepala Kejari Mataram, Yusuf, mengatakan, pelaku yang saat ini berstatus saksi diduga meminta jatah proyek lima persen dari kontraktor yang mengerjakan proyek fisik pariwisata Lombok Barat.

“Proyek fisik itu untuk pengembangan pariwisata Lombok Barat,” kata yusuf, saat memberikan keterangan kepada Media soal OTT kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat di Kajari Mataram, Selasa (12/11)

Yusuf menuturkan, pelaku meminta jatah proyek 10 persen dari kontraktor, namun karena tidak sanggup membayar, akhirnya disepakati lima persen. “Kami dapat informasi dari masyarakat, bahwa salah satu kepala dinas minta fee proyek. Tadinya mereka minta 10 persen, turun 8 persen, turun tujuh persen hingga 5 persen,” tuturnya.

Pelaku enggan menandatangani termin atau pembayaran, jika kontraktor tersebut enggan membayar jatah, padahal, proyek fisik pariwisata sedang dalam pekerjaan. “Karena yang bersangkutan enggak mau tandatangan termin,” sambungnya.

Yusuf tidak menjelaskan secara detail proyek yang dimaksud. Namun dia mengatakan nilai proyek sebesar Rp1,5 miliar. “Kontraktor sudah menyanggupi lima persen dari nilai proyek 1,5 miliar,” terangnya.

Sementara saat diamankan, ditemukan uang tunai Rp 95.850.000 dari tas ransel hitam milik pelaku. Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan. “Status masih saksi. Hari ini kita periksa 24 jam apabila ada perkembangan kita lanjutkan,” ujarnya. (Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.