MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Jutawan Ukraina dalam tahanan rumah karena membocorkan informasi rahasia ke Rusia | di luar negeri

di luar negeriPengadilan Ukraina telah memerintahkan penangkapan seorang politisi pro-Rusia terkemuka di rumahnya. Victor Medvedchuk dituduh melakukan pengkhianatan dan menghadapi hukuman penjara 15 tahun. Kasus ini dapat menambah tekanan pada hubungan yang sudah tegang dengan Rusia.




Medvedchuk adalah salah satu orang Ukraina terkaya dengan perkiraan kekayaan lebih dari 500 juta euro. Dia juga dipandang sebagai sekutu politik utama Rusia, karena dia mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin adalah ayah baptis putri bungsunya.

Sikap pro-Rusia yang blak-blakan ini membuat Medvedchuk menjadi tokoh kontroversial di tanah airnya. Dilaporkan bahwa Ukraina berselisih dengan Rusia atas aneksasi Krimea dan dukungan Rusia untuk separatis bersenjata di timur negara itu.

Pihak berwenang mengatakan bahwa politisi tersebut mentransfer informasi rahasia ke Rusia pada tahun 2020. Jaksa penuntut menuduhnya melakukan pengkhianatan dan berusaha untuk “menjarah kekayaan nasional” di Krimea. Medvedchuk sendiri mengatakan pihak berwenang berusaha membungkamnya karena kritiknya terhadap kebijakan pemerintah Kiev.

Serahkan paspor

Politisi tersebut diberitahu dalam sidang yang berlangsung selama 8 jam bahwa ia akan tetap menjadi tahanan rumah hingga awal Juli. Dia juga harus menyerahkan paspornya. Para pendukungnya memeluknya dan menyatakan bahwa dia akan melanjutkan perjuangan untuk menyingkirkan “tuduhan yang melanggar hukum” itu.

Sementara itu, pengunjuk rasa nasional berkumpul di luar pengadilan. Dan mereka meneriakkan slogan-slogan seperti “Medvedchuk, perpanjangan dari Kremlin.” Pemerintah Rusia telah mengumumkan bahwa mereka mengikuti kasus ini dengan penuh minat dan sedang mencari tahu apakah ada motif politik di balik tuduhan tersebut.

Pengunjuk rasa nasional berkumpul di luar pengadilan. © Agence France-Presse

Agen Pers Prancis

© Agence France-Presse

READ  Sri Lanka Mengklaim Kompensasi $ 40 Juta untuk Kapal Kargo yang Terbakar, yang Telah Mengumpulkan 1.200 Ton Sampah Plastik dan Lainnya di luar negeri