Jangan Lupa Cek Hak Cipta Sebelum Membangun Startup

Oleh: Annisa Fadhilah

Mataraminside.com, Jakarta – Banyak perusahan startup di Indonesia yang lupa atau abai dalam mendaftarkan hak cipta dan merek yang mereka miliki. Apabila merek yang dibangun sudah dimiliki duluan oleh pihak lain, maka harus dilepas merek itu.

“Saya sudah pernah melihat para pendiri starup yang nangis darah, karena dia sudah membangun mereknya tetapi merek mereka sudah dipakai orang lain dan mereka harus membuat ulang merek dagang mereka,” ujar Rieke Caroline, Ahli Hukum sekaligus CEO Founder KontrakHukum.com, di Jakarta, pada Rabu (9/10).

Rieke yang sekaligus mantan pembawa berita di Metro TV, mengaku bahwa dirinya pernah membuat ulang merek stratupnya karena mereknya sudah mirip sama orang lain, yang sudah mendaftar hak cipta dan menurut dia membuat ulang merek itu membutuhka dana yang besar.

Rieke memaparkan, bahwa data dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) mengatakan 96% dari usaha kreatif belum berbadan hukum dan hanya 11,5℅ yang sudah mendaftarkan hak ciptanya. Dia menyarankan, secepatnya perusahaan starup untuk mendaftarkan hak ciptanya karena sertifikat hak cipta merek baru akan keluar, setelah satu setengah tahun dari waktu mendaftarnya.

Sementara itu, Rieke memberi saran kepada para pemilik startup luar negeri yang tertarik dengan pasar Indonesia untuk membuat kantor representatif. Serta mengingatkan para investor yang tertarik memiliki saham e-commerce di Indonesia, bahwa saham e-commerce di Indonesia hanya bisa dimiliki 20℅, dari saham keseluruhan. (*/Dry/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.