MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Infeksi baru memuncak di Indonesia dan para ahli khawatir yang terburuk belum datang di luar negeri

Jawa dan Sumatra, dua pulau terpadat di Indonesia, mencatat peningkatan kuat dalam jumlah infeksi baru yang dikonfirmasi. Jutaan penduduk melintasi nusantara pada pertengahan Mei untuk merayakan Festival Gula. Para ahli khawatir yang terburuk belum datang.




Sekitar tiga minggu setelah merayakan akhir Ramadhan, jumlah kasus virus corona di Jawa dan Sumatera meningkat tajam. Selama Pesta Gula pada pertengahan Mei, jutaan penduduk nusantara melanggar larangan perjalanan sementara untuk menandai berakhirnya periode puasa umat Islam.

Di Kudos di Jawa Tengah, tingkat infeksi meningkat sebesar 7,594 persen. Media lokal melaporkan bahwa 90 persen tempat tidur rumah sakit dipindahkan ke sana. Di Riau, Sumatera, jumlah infeksi harian meningkat menjadi lebih dari 800 pada pertengahan Mei, dua kali lipat sejak awal April. Minggu lalu tingkat positif mendekati 36%. Penghitung dari jumlah total infeksi di Indonesia adalah 1,9 juta, tetapi menurut penelitian terbaru, jumlah ini jauh diremehkan.

Ahli epidemiologi dan konsultan pemerintah Weldane Asfan Hasiboan mengaitkan kenaikan ini dengan peningkatan mobilitas dan potensi penyebaran varian. Di Indonesia, ada sedikit wawasan tentang dampak varian tersebut terhadap virus corona karena sekuensing genomik jarang dilakukan. Tes dan penelusuran juga tidak berjalan dengan baik di Nusantara. Hanya satu dari delapan belas orang yang ingin memvaksinasi Indonesia telah divaksinasi lengkap sejauh ini.

Menurut Dick Bodman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia, Indonesia harus lebih serius menangani varian delta yang pertama kali ditemukan di India. “Jika kita tidak mengubah strategi kita, cepat atau lambat yang lemah akan terkena dan kita akan menghadapi ledakan kasus. Jumlah kematian akan meningkat.” Bodeman khawatir sistem kesehatan Indonesia tidak akan mampu menangani situasi tersebut.

READ  Menjual emas: Manuver sembrono Erdogan menyebabkan lira Turki merosot