MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Indonesia menderita varian COVID-19 baru ketika epidemi berlanjut

Orang-orang menerima vaksin COVID-19 selama kampanye vaksinasi drive-through untuk lansia pada 3 Maret 2021 di Jakarta, Indonesia. (Foto: Xinhua)


Seorang paramedis mengambil jarum suntik berisi vaksin Govit-19 pada 4 Maret 2021 di Terminal Angkutan Umum Boris Plavat di Tangerang, Indonesia.  (Foto: Xinhua)

Seorang paramedis mengambil jarum suntik berisi vaksin Govit-19 pada 4 Maret 2021 di Terminal Angkutan Umum Boris Plavat di Tangerang, Indonesia. (Foto: Xinhua)

Pada 19 Februari 2021, petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita di tengah letusan COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.  (Foto: Xinhua)

Pada 19 Februari 2021, petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita di tengah letusan COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. (Foto: Xinhua)

Setahun setelah wabah COVID-19 di Tanah Air, Indonesia dikejutkan dengan menemukan dua kasus varian virus baru, sementara infeksi virus corona masih berlarut-larut.

Dua kasus varian baru COVID-19 di Indonesia telah dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbouno.

“Saya mendapat informasi bahwa mutasi B117 terdeteksi setahun kemudian di Indonesia,” katanya dalam jumpa pers, Selasa.

Negara itu pertama kali didiagnosis virus corona pada 2 Maret 2020.

Dua kasus varian baru ditemukan pada Senin malam, yang berarti Indonesia akan menghadapi epidemi dengan kesulitan yang lebih besar.

Indonesia telah melaporkan dua kasus variasi baru di kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat. Varian ini, pertama kali dilaporkan di Inggris, dikatakan lebih menular.

Dua perempuan dengan huruf M dan A dinyatakan positif mutasi virus corona B117. Mereka tiba di Indonesia pada akhir Januari 2021 dari TKI di Arab Saudi.

Setibanya di Bandara Sokarno Hatta Provinsi Ponton, M&A PCR (Polymerase Chain Reaction) melakukan uji lap kain dan menunjukkan bahwa Pemerintah-19 menguntungkan, dan keduanya menjalani isolasi 14 hari di Jakarta. Setelah tes kedua yang menunjukkan hasil negatif, mereka diizinkan kembali ke Karawang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah memastikan ditemukannya varian baru virus corona di Karowang, dan saat ini Pemprov sedang melakukan penelusuran kontak.

READ  Rekam emisi CO2 pada tahun 2023 karena kebijakan pemerintah yang buruk - Wel.nl

Gubernur telah berkoordinasi dengan universitas untuk melihat apakah peraturan kesehatan saat ini yang mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut berlaku untuk individu yang terkena varian baru.

Kamil juga meminta masyarakat tidak panik karena Satgas COVID-19 sudah melakukan antisipasi.

Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik mendeteksi virus tersebut.

Saudara sekalian, saya ajak semua, jangan khawatir dengan ditemukannya dua kasus positif P117, ”kata Presiden kepada saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis malam.

Menurut kepala negara, dua orang yang mengungkap varian baru virus tersebut kini telah dipastikan negatif untuk COVID-19.

“Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru ini sangat berbahaya,” kata Presiden, seraya menambahkan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan terhadap varian baru tersebut.

“Untuk itu, kita akan ditertibkan dalam menaati rencana kesehatan secara ketat sejalan dengan kecepatan implementasi vaksin,” kata Presiden.

Pemerintah memastikan vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan di Indonesia masih efektif melawan varian B117, sehingga diharapkan masyarakat tidak terlalu khawatir dan tetap menggunakan protokol kesehatan, ujar juru bicara COVID-19 Vick Adisamito.

Indonesia menggunakan vaksin Kovit-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech China.

Menurut Harvonovo, selain vaksin Sinovac, pemerintah juga berjanji akan membeli vaksin dari perusahaan farmasi lain, seperti AstraZeneca, Pfizer-Bioendech, dan NovaVox.

Semua vaksin tersebut akan digunakan dalam program vaksinasi nasional negara tersebut.