India Kembali Berupaya Menjadi Pertama Mendarat di Kutub Selatan Bulan

Oleh: Eko P 

Mataraminside.com, Jakarta – Untuk menjadi yang pertama mendarat di kutub selatan Bulan, para pakar antariksa India berusaha keras berkomunikasi dengan wahana pendaratannya di Bulan setelah sempat hilang kontak beberapa saat sebelum melakukan pendaratan lunak atau “soft landing” bersejarah.

Wahana pendarat Vikram seharusnya mendarat di Bulan pada Sabtu (7/9) dini hari. Namun kehilangan kontak saat dalam posisi 2,1 kilometer di atas permukaan.

Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) mengunggah serangkaian cuitan untuk membarui informasi misi Chandrayaan-2 (“Kendaraan Bulan 2), yang diluncurkan pada Juli lalu. India berharap bisa menjadi negara keempat yang sukses melakukan pendaratan di Bulan.

“#VikramLander sudah ditemukan oleh pengorbit #Chandrayaan2, namun belum ada komunikasi. Semua upaya yang dimungkinkan sedang dilakukan untuk membuka komunikasi dengan perangkat pendarat itu,” kata ISRO.

Misi antariksa paling kompleks milik calon raksasa Asia itu terdiri dari pengorbit, pendarat, dan penjelajah. Seluruh wahana itu dirancang dan dibuat di India dengan biaya yang relatif kecil, sekitar AS$140 juta atau sekitar Rp 1,96 triliun.

Media India melaporkan bagian pendaratan mungkin mengalami “pendaratan keras” hingga kemungkinan merusak alat itu dan kendaraan penjelajah di dalamnya.

Hanya AS, Rusia, dan China yang sejauh ini sudah berhasil melakukan pendaratan lunak di Bulan. India berharap menjadi negara pertama yang mendarat di Kutub Selatan Bulan.

India juga sedang menyiapkan Gaganyaan, misi antariksa berawak pertama negara itu dan ingin mendaratkan kendaraan penelitian di Mars. (EP/RU)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.