MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Hukuman mati untuk pria China yang membakar mantan istrinya di media sosial | Luar negeri




Amuchu sangat aktif di platform sosial. Misalnya, dia memposting foto dirinya berjalan di pegunungan, memasak atau bernyanyi dengan pakaian tradisional Tibet. Korban meninggal dua minggu setelah kecelakaan di rumah sakit akibat luka bakarnya.

‘Kejahatan yang sangat brutal’

Drama tersebut membangkitkan banyak emosi di China dan memicu perdebatan tentang kekerasan dalam rumah tangga, terutama tentang kurangnya hukuman untuk kekerasan di daerah pedesaan atau di antara etnis minoritas di China. Amocho telah berpisah dari suaminya yang kejam selama tiga bulan pada saat kecelakaan yang mengerikan itu. Sebuah pengadilan di Aba, Provinsi Sichuan barat daya, menjatuhkan hukuman mati atas pembunuhan tingkat pertama. Pengadilan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatannya “sangat kejam dan berdampak buruk pada masyarakat”.

Waktu tunggu perceraian

Setelah kematian Amocho, jutaan orang di jejaring sosial menuntut keadilan. Rezim komunis di Tiongkok hanya mengkriminalisasi kekerasan dalam rumah tangga pada 2016. Baru-baru ini, Beijing mengubah undang-undang perceraian dan memperkenalkan masa tunggu satu bulan sebelum mengizinkan perceraian. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah perceraian impulsif, tetapi telah banyak dikritik. Misalnya, hal itu dapat mengakibatkan korban harus tinggal bersama pasangan yang kasar untuk waktu yang lama.

Baca juga.

Bintang TikTok Tiongkok (30) dibakar oleh mantan suaminya saat siaran langsung

Kepanikan di Prancis: Seorang pria tak dikenal membakar bus di pinggiran kota Paris