Disabilitas dalam Pilkada Serentak 2020, M16: Mereka Berhak Maju

Oleh: M Sahrul Hardinata

Mataraminside.com, Mataram – Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Pilitik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto menilai, larangan penyandang disabilitas untuk ikut serta dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang sangat diskriminatif.

Didu tidak sependapat dengan keputusan KPU yang menganggap kalangan disabilitas masuk dalam kategori tidak memiliki kemampuan jasmani dan rohani dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah.

“Mereka sebagai penyandang disabilitas bukan karena kemauannya. Mereka seharusnya diberi ruang dan didorong sekaligus diberi kepercayaan dan kesempatan untuk tampil dalam konstestasi pilkada serentak,” kata Didu di Mataram, Rabu ( 9/11).

Didu menambahkan, syarat calon yang sehat jasmani dan rohani harus ditafsirkan secara luas dan holistik. Agar penyandang disabilitas tidak dijustifikasi bahwa mereka tidak sehat dan seolah-olah diterjemahkan sebagai orang yang sedang sakit.

“Paradigma pemikiran yang stigmatisasi dan diskriminatif seperti ini harus dirubah. Cara pandang yang partisan hanya akan mendelegitimasi kemampuan dan kapasitas penyandang disabilitas,” ujarnya.

Lebih jauh Didu mengatakan, banyak penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan kapasitas di atas rata-rata dan memiliki gagasan menarik dalam membangun sebuah kota. “Selama ini kaum disabiltas hanya diberikan ruang sebatas pada pertimbangan belas kasihan ( charity ) dan sifatnya peri-feri ( pinggiran ) sebatas pada menjalankan peran kewajibannya. Tidak ada kemauan yang sungguh2  mendorong dan menampilkan kaum disabilitas maju sebagai calon pemimpin di konstestasi pilkada,” papar didu sembari mengatakan Presiden RI ke IV , Abdurahman Wahid meskipun disabilitas terbukti  mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi maupun mengurangi utang luar negri secara signifikan. (Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.