Di Balik Skandal Penyelundupan Motor Harley, Ada Motif Pasang Badan

Oleh: Andryanto S

Mataraminside.com, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bersama Bea Cukai masih terus menyelidiki apakah SAS yang membawa motor Harley yang diselundupkan lewat pesawat Garuda memang betul pemilik aslinya atau ada indikasi yang bersangkutan pasang badan untuk melindungi pemilik sesungguhnya Harley ilegal itu. Motif ‘pasang badan’ diduga dilakukan guna melindungi kepentingan lain.

“Kami masih dalam proses terus melakukan penyelidikan terhadap motif awal, dan apakah betul yang bersangkutan (SAS) memang yang memiliki atau melakukan atas nama pihak lainnya,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (5/12) sore.

Menkeu menyebut soal itu menjadi salah satu pusat penyelidikan dan pemeriksaan Bea Cukai. “Kita juga melihat beberapa transaksi keuangan yang dalam hal ini bisa ditengarai memiliki hubungan terhadap inisiatif untuk membeli dan membawa motor itu ke Indonesia,” sambung Sri Mulyani.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan motor Harley Davidson klasik yang diduga diselundupkan lewat pesawat baru Garuda ditengarai milik AA dan memaparkan secara detail kronologinya.

Erick menjelaskan bahwa detail informasi menjabarkan bahwa AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe Shovelhead pada 2018. Pembelian, lanjut Erick, dilakukan pada April 2019 dan proses transfer dari Jakarta melalui rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam, Belanda.

Menurut Menteri BUMN, seorang berinisial IJ membantu proses pengiriman dan lain-lain terkait motor Harley yang diduga diselundupkan itu dan pada akhirnya terbongkar ketika Bea Cukai memeriksa bagian bagasi penumpang dalam pesawat A330-900 seri Neo milik Garuda itu.

Hasil pemeriksaan Bea Cukai terhadap koper penumpang ditemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang sedangkan pemeriksaan terhadap 18 koli ditemukan 15 koli berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, dan 3 koli berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

Berdasarkan harga pasar, harga motor Harley Davidson diperkirakan antara Rp200 juta sampai dengan Rp8OO juta per unit, sedangkan harga sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit sehingga perkiraan total kerugian negara antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar.

Sebagai konsekuensi terungkapnya skandal ini, Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya memberhentikan Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Ari Aksara karena diduga terlibat dalam penyelundupan motor Harley dalam bentuk terurai di pesawat baru maskapai tersebut. Erick Thohir juga mengaku akan mengevaluasi secara menyeluruh direksi dan komisaris Garuda.

“Prosesnya, kami akan mengajukan, terus RUPSLB, langsung menunjuk PLT,” ujar Erick.

Menurut Erick, Dewan Komisaris Garuda dan Komite Audit telah mengikirim surat rekomendasi kepada dirinya terkait masalah ini. “Saya sangat sedih, ini masalah integritas dan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG),” paparnya.

Erick menilai kasus penyelundupan motor Harley dan sepeda Brompton ini bukan hanya masalah integritas, tapi sudah menyangkut masalah pidana yakni menyelundupkan barang mewah. “Ada masalah pidana yang memberatkan,” tuturnya. (*/Dry/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.