MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Dewan Eropa meluncurkan kampanye komprehensif tentang jilbab…

Pada hari Selasa, Dewan Eropa menarik kampanye yang mengatakan bahwa mengenakan jilbab harus “dirayakan dan dihormati”. Kampanye tersebut memicu banyak protes, termasuk di Prancis. Misalnya, beberapa politisi mengatakan bahwa slogan tersebut mempromosikan pemakaian jilbab.

Slogan muncul dalam kampanye di media sosial seperti “Keberagaman adalah keindahan dan jilbab melambangkan kebebasan,” “Rayakan keragaman dan hormati jilbab,” dan “Bagaimana dunia akan terlihat membosankan jika semua orang tampak sama?” Politisi Prancis dari berbagai partai politik bereaksi geram karena menganggap cadar sebagai simbol penindasan terhadap perempuan.

Foto: Twitter

Jadi pemerintah Prancis memutuskan untuk melarang video tersebut. “Kami sangat menolak kampanye ini,” tulis Menteri Luar Negeri Sarah Al-Hairi di Twitter. “Saya terkejut dengan video itu. Itu bertentangan dengan nilai-nilai kami. Anda seharusnya tidak memuji hijab.

Asita Kanko (N-VA) di Parlemen Eropa di Brussel bereaksi tajam: “Sebagai seorang wanita, saya sangat terkejut. Saya akan selalu menentang mereka yang menyalahgunakan kebebasan untuk memaksa wanita tunduk.

“Foto-foto itu tidak mewakili posisi Dewan,” kata juru bicara Dewan Eropa. Ini akan menjadi proyek kelompok kerja, dan tidak mendapat dukungan dari seluruh dewan.

READ  650.000 euro untuk tip emas tentang penembakan helikopter...

Dengan 47 negara anggota, Dewan Eropa adalah organisasi yang terpisah dari Uni Eropa dan berfokus pada hak asasi manusia. Perjanjian yang paling penting yang datang dalam kerangka organisasi adalah Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.