MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Amerika mengembalikan lempengan tanah liat tua ke Irak | Luar negeri

Amerika Serikat mengembalikan sebuah tablet tanah liat berusia 3.500 tahun dalam sebuah upacara Kamis ke Irak, di mana artefak berharga secara historis itu berada. Amerika mencuri tablet, mungkin bukti literatur tertua di Bumi, dari museum Irak sekitar tahun 1991 selama Perang Teluk.




Meskipun tablet tanah liat runcing berukuran kecil, ia memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat besar. Barang tersebut diterima oleh Menteri Kebudayaan Irak, Hassan Nazim. “Bagi saya, ini berarti memulihkan kepercayaan masyarakat Irak,” katanya.

Tablet tanah liat berisi bagian dari Epik Gilgames, salah satu cerita tertua dalam sejarah manusia tentang seorang raja yang kuat mencari keabadian. Kembalinya lempengan tanah liat itu, menurut Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, “kemenangan besar bagi komunitas internasional.”

Tablet tanah liat berisi bagian dari Epik Gilgames, salah satu cerita tertua dalam sejarah manusia tentang seorang raja yang kuat mencari keabadian. © Badan Perlindungan Lingkungan

Karya itu muncul di Inggris Raya pada tahun 2001, setelah itu berakhir di Amerika Serikat melalui berbagai pedagang seni. Itu dijual dengan data asal palsu dan nilai sebenarnya dari barang tersebut tidak terungkap hingga 2019.

Menteri Nazim meminta organisasi-organisasi tersebut untuk terus secara aktif mencari asal mula seni yang sebenarnya, dalam upaya untuk menemukan kembali harta karun kuno yang hilang. Awal tahun ini, 17.000 artefak yang dicuri oleh Amerika Serikat selama beberapa dekade dikembalikan ke Irak.

Lempeng tanah liat yang tertulis bagian dari Epik Gilgames, di sebelah patung domba jantan.

Tablet tanah liat yang tertulis bagian dari Epik Gilgames, di sebelah patung domba jantan. © Badan Perlindungan Lingkungan

READ  Harry dan Meghan menerima dukungan keuangan dari PR hingga musim panas lalu