Amankan Aset Setalah Kejadian Black Out PLN Gandeng TNI

Oleh: Suandri Ansah

Mataraminside.com, Jakarta – Guna meminimalisir risiko gangguan jaringan transimisi. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng tentara untuk menjaga asetnya setelah kejadian black out pada Agustus kemarin. Kedua belah pihak telah menandatangani MoU yang dilakukan Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

Penandatanganan dilaksanakan siang tadi (10/9) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Sripeni mengatakan, pengamanan ini melibatkan seluruh matra bersenjata TNI; Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Badan Intelijen Negara (BIN).

MoU ini merupakan tindak lanjut dari audiensi PLN kepada Panglima TNI pada 20 Agustus lalu. Sekaligus sebagai salah satu langkah strategis PLN dalam menjaga kegiatan operasional perusahaan.

“Dalam rangka memudahkan kami dalam pemeliharaan jaringan transmisi dan meminimalkan sedikit mungkin penyebab risiko gangguan, khususnya transmisi 500 kilo volt (kv),” ujarnya saat RDP dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).

Sripeni menjelaskan, pengamanan tersebut yakni pada sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali jaringan ROW (right of way) 500 kv, 275 kv dan 150 kv. Langkah pengamanan konkret sudah dilakukan di area kritis seperti di Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Gandul dan Cibinong.

“Di sana ada Ikatan Keluarga Korban SUTET yang sulit untuk dilakukan eksekusi berkaitan pembersihan area right of way dari jaringan transmisi. Kami merapat dengan panglima dan lakukan langkah pemetaan dan proker,” imbuhnya. (*/Dry/Ru)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.