MATARAM INSIDE

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di Maratam Inside

Aksi publisitas yang aneh: Influencer di Indonesia adalah yang pertama divaksinasi

Indonesia menggunakan nomor Suka Di pengikut di YouTube dan Instagram sebagai tolok ukur daftar tunggu vaksinasi Covid-19. Aksi publisitas ini harus meyakinkan warga yang skeptis untuk mendapatkan kesempatan nanti.

Namun, prioritas strategi vaksinasi di Indonesia tetap pada petugas kesehatan dan pegawai negeri. Namun, negara itu sekarang juga mengizinkan bintang media sosial utama untuk melewati batas. Masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya antusias mendapatkan vaksin. Wajah-wajah yang familier akan membantu menormalkan gagasan tentang vaksinasi terhadap COVID-19, menurut laporan Financial Times.

Beberapa orang Indonesia terkenal telah menerima suntikan dalam beberapa minggu terakhir. Pekan lalu giliran Presiden Indonesia Joko Widodo, mengungguli penyanyi Risa Saraswati dan bintang TV Ahmed Rafi. Yang terakhir memiliki sekitar 50 juta pengikut di Instagram. Semoga dengan cara ini kita bisa mengedukasi masyarakat tentang cara kerja vaksin. Kementerian Kesehatan Indonesia mengatakan prosedur ini sepenuhnya aman dan sangat penting.

Keraguan tentang vaksin Cina

Indonesia mungkin ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tetapi belum berhasil mengembangkan vaksinnya sendiri. Negara itu mulai memberikan CoronaVac, vaksin dari perusahaan farmasi China Sinovac, bulan ini. Banyak masyarakat Indonesia yang meragukan vaksin ini. Hingga 69 persen populasi belum memutuskan apakah akan mengambil vaksin, menurut survei yang dilakukan oleh LaporCovid-19 Citizens Initiative pada Oktober.

Indonesia memiliki sekitar 900.000 kasus corona, dengan peningkatan harian rata-rata 10.000 kasus. Akhir pekan lalu, masih ada file Jumlah rekor 12.867 infeksi baru. Jadi situasinya semakin sulit bagi pemerintah.

Maskernya tidak ada

Bintang TV Rafi Ahmed terlihat di antara teman-temannya tak lama setelah dia divaksinasi tanpa masker mulut. Pesan seperti ini memicu skeptisisme di negara ini tentang apakah publisitas akan membuat perbedaan. “Hanya pemborosan vaksin saja,” kata Irma Hidayana, salah satu pendiri LaporCovid-19.

READ  15 orang lagi hilang di kapal nelayan Indonesia, dua mayat ditemukan | di luar negeri

Menurut survei lain dari grup tersebut, hanya satu persen populasi yang memercayai selebriti untuk informasi tentang COVID-19. Apalagi ada temuan pemerintah Brasil yang merupakan negara lain yang memilih vaksin China. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa suntikan CoronaVac hanya untuk 50,4 persen Efektif, jauh lebih sedikit daripada vaksin BioNTech, Pfizer, Moderna, Oxford dan AstraZeneca.