5 Tersangka Pencucian Uang Hasil Narkoba Diringkus, BNN Sita Rp31 Miliar

Oleh: Farida Noris

Mataraminside.com, Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan PPATK meringkus 5 orang tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari kejahatan narkoba (predicate crime). Tercatat BNN juga menyita barang bukti senilai Rp31 miliar dari penangkapan itu.

Adapun kelima tersangka yang diringkus yakni AK, Muhbit, Aprianda, IS dan FS. Aset yang berhasil disita antara lain uang tunai, rumah tinggal, mobil, SPBU, ruko, kebun dan lahan/kavling dengan total Rp31 miliar.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengatakan AK adalah istri dari Murtala Ilyas, narapidana kasus narkoba yang saat ini mendekam di LP Nusakambangan.

“Murtala Ilyas pada tahun 2017 telah dihukum 19 tahun penjara dan aset sebesar Rp144 miliar disita negara,” jelasnya.

Pada tahun 2018 Mahkamah Agung RI memutus Murtala bersalah. Namun hukuman dikurangi menjadi 8 tahun dan aset dikembalikan kepada Murtala. Hasil kejahatan Murtala disimpan dan dikelola oleh istrinya Atika dan ponakannya Muhibut dengan membuka rekening bank.

“Mereka buka sebanyak 12 rekening yang digunakan untuk menampung uang hasil penjualan narkoba. Rekening-rekening tersebut dipakai untuk transaksi jual beli aset,” ungkap Arman.

Menurut Arman hal itu dilakukan dalam upaya menghilangkan jejak atau berupaya mencuci uang yakni membuat seolah uang hasil penjualan narkoba adalah  bersih, sah atau legal.

BNN bersama dengan PPATK, OJK dan Perbankan saat ini sedang mengembangkan kasus TPPU tersebut, terutama menyangkut keterlibatan oknum penegak hukum.

“Para penyidik BNN juga sedang  menelusuri upaya pencucian uang dalam kasus kejahatan judi online yang dicampur dengan kejahatan narkoba,” urai Arman (FAR/Shn)

Berita Terkait Lainnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.